Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melakukan perencanaan pembangunan untuk tahun 2024 mendatang. Dalam penyusunan perencanaan pembangunan 2024 itu Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memberikan arahan.
“Pertama saya akan menyampaikan arahan Presiden dalam hal inflasi. Kita mau tidak mau harus menjaga inflasi,” kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.
Biasanya Kota Kediri sudah tertib menjaga inflasi bersama-sama dengan instansi samping, khususnya stabilisasi harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi. “Selama ini tidak ada kendala bagi kita dan komunikasi secara efektif. Artinya kalau kita menyebar ketakutan maka harga tidak terkendali,” imbuh Mas Abu.

Wali Kota Kediri juga memberikan arahan terkait dengan kemiskinan dan stunting. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri menyebutkan persentase tingkat kemiskinan di Kota Kediri pada tahun 2022 menurun 0,52 persen dari semula 7,75 persen pada tahun 2021 menjadi 7,23 persen di tahun 2022.
Meski turun cukup tajam, namun kata Mas Abu, perlu dilakukan intervensi, agar terus berkurang. Mengenai stunting, Wali Kota Kediri mengungkapkan stunting harus menjadi target utama agar bonus demografi yang didapatkan indonesia dapat maksimal.
Bayi tidak disarankan untuk diberikan bubur instan maupun biskuit, namun disarankan untuk diberi makanan berprotein tinggi dan makanan alami. Contohnya seperti telur, hati ayam, teri, nasi dan lainnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kota-Kediri”]
“Perlu diingatkan juga kepada calon ibu, jika ada ibu anemia langsung diintervensi oleh Dinas Kesehatan. Sebesar 23 persen penyumbang stunting adalah sebelum lahir biasanya itu anemia. 37 persen penyumbang stunting adalah bayi baru lahir sampai dengan 2 tahun. Lalu perlu diingatkan ASI ekslusifnya,” imbuhnya.
Terakhir dalam hal transformasi digital, Abdullah Abu Bakar menyampaikan lima arahan Presiden RI yaitu segera lakukan percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital serta percepatan layanan internet.
Siapkan roadmap transportasi digital di sektor strategis. Kemudian percepatan integrasi pusat data nasional, siapkan kebutuhan SDM talenta digital. Terakhir untuk menyiapkan regulasi skema pendanaan dan pembiayaan.
Tak lupa Wali Kota Kediri juga mengingatkan kepada semua OPD untuk memastikan IPM Kota Kediri masuk kategori sangat tinggi, genjot ketertinggalan capaian indeks reformasi birokrasi, pastikan IKM Kota Kediri masuk kategori sangat tinggi, kendalikan inflasi pada kisaran 1,5 persen sampai 3,5 persen. Serta fokus pencapaian target kinerja sasaran RPJMD yang masuk kategori kurang berhasil.
Hadir pula dalam sosialisasi ini, Kepala OPD Pemerintah Kota Kediri, Camat dan Lurah se-Kota Kediri, Direktur RSUD Gambiran serta Direktur RS Kilisuci. [nm/suf]






