Ringkasan Berita:
- Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Kabupaten Lumajang pada Senin (19/10/2026).
- Pertamina mencatat peningkatan penjualan Pertalite dan Biosolar sekitar 11–15 persen dibandingkan kondisi normal.
- Kenaikan permintaan dipengaruhi mobilitas masyarakat, aktivitas pertanian termasuk musim panen tebu, serta peralihan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi.
- Pertamina Patra Niaga berkoordinasi untuk mempercepat pengiriman dan mengoptimalkan armada mobil tangki.
Lumajang (beritajatim.com) – Antrean kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang pada Senin (19/10/2026). PT Pertamina Patra Niaga menyebut kondisi tersebut dipengaruhi peningkatan permintaan Pertalite dan Biosolar yang mencapai sekitar 11–15 persen dibandingkan kondisi normal, disertai penyesuaian waktu pengiriman BBM ke sejumlah SPBU.
Sebagai badan usaha yang mendapat penugasan menyalurkan BBM subsidi dan kompensasi pemerintah, Pertamina Patra Niaga menyatakan terus berupaya menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi Pertalite dan Biosolar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Peningkatan konsumsi Pertalite disebut sejalan dengan bertambahnya aktivitas mobilisasi masyarakat. Sementara itu, permintaan Biosolar meningkat seiring aktivitas sektor pertanian, termasuk musim panen tebu di wilayah Lumajang.
Selain itu, peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite serta dari Pertamina Dex ke Biosolar turut menambah permintaan pada kedua produk tersebut.
Di sisi distribusi, realisasi pengiriman BBM ke sejumlah SPBU dalam tujuh hari terakhir mengalami penyesuaian waktu. Kondisi ini menyebabkan kedatangan mobil tangki tidak sesuai dengan waktu yang direncanakan semula.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Integrated Terminal Surabaya untuk memprioritaskan dan mempercepat pengiriman BBM ke SPBU di Kabupaten Lumajang.
Koordinasi juga dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang dan pihak terkait untuk mendukung kelancaran distribusi serta pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU.
Pertamina Patra Niaga turut mengoptimalkan armada mobil tangki melalui skema spot charter guna memperkuat kapasitas distribusi dan mempercepat pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat.
“Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar penyaluran BBM ke SPBU dapat dipercepat dan kebutuhan konsumen segera terpenuhi,” tambah Ahad.
Pertamina Patra Niaga menyatakan terus memantau kondisi stok dan penyaluran di lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Masyarakat juga diimbau menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan karena dapat memperpanjang antrean serta meningkatkan tekanan permintaan di SPBU. [rea/beq]






