Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto gencar melakukan sosialisasi aplikasi marketplace ‘Tumbas’ kepada para peternak. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) jelang Hari Raya Idul Kurban.
Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah mengatakan, Selasa (31/5/2022) hari ini, Disperindag bersama Dinas Pertanian (Disperta) mensosialisasikan penjualan hewan ternak secara online melalui aplikasi marketplace ‘Tumbas’ kepada para peternak di Kecamatan Mojoanyar.
“Sebenarnya aplikasinya ini bukan untuk hewan ternak tapi dikarenakan situasi penyebaran wabah PMK yang yang masif di Kabupaten Mojokerto, dari 18 Kecamatan hampir semuanya sudah terpapar. Sehingga langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mojokerto adalah menutup pasar hewan. Memang ini mirip Covid, saya menyebutnya Covid-nya sapi,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Namun karena sudah mendekati Hari Raya Idul Kurban sehingga, tegas Iwan, dibutuhkan solusi untuk membantu para peternak di Kabupaten Mojokerto. Yakni memasarkan atau menjual hewan ternaknya. Sehingga dalam aplikasi marketplace ‘Tumbas’ disediakan menu untuk penjualan hewan ternak.
“Jadi ini inisiatif dari beliau dari, Ibu Bupati untuk memaksimalkan aplikasi marketplace Tumbas. Sehingga kita bersama Disperta mensosialisasikan kepada peternak yang ada di Kabupaten Mojokerto dengan harapan para peternak bisa meng-upload komoditasnya, hewan ternak yang dijual itu ke aplikasi kami. Kita akan fasilitasi,” ujarnya.
Petugas dari Disperindag Kabupaten Mojokerto akan membantu para peternak untuk menjual hewan ternaknya. Di aplikasi marketplace ‘Tumbas’ tersebut disediakan kolom yang bisa diisi terkait spesifikasi hewan ternak yang akan dijual. Mulai dari tinggi, berat, harga dan termasuk melampirkan Surat Kesehatan Hewan (SKW).
“Jadi ini antara pembeli dan penjual, penjual dan pembeli tanpa pihak lain. Tetap harus melihat tapi nanti kita akan edukasi kepada peternak karena orang melihat ini bisa juga dia menjadi media penyebarannya. Jadi boleh melihat tapi enggak boleh pegang-pegang, ya mungkin ada jarak. Namun aplikasi ini memudahkan antara penjual dan pembeli,” jelasnya.
Masyarakat atau pembeli dengan mudah bisa mengetahui peternak yang ada di kecamatan masing-masing untuk bisa membeli dan berkomunikasi langsung dengan peternak. Iwan menyebut aplikasi marketplace ‘Tumbas’ tersebut merupakan etalase penjualan hewan ternak di Kabupaten Mojokerto.
“Contoh ya, kita tidak tahu ternyata di Kecamatan Mojoanyar ini kita tidak tahu siapa saja yang jual ternak. Dengan aplikasi Tumbas ini, hewan ternak yang dijual kita bisa tahu dari peternak siapa. Karena ada alamatnya, nomor WA peternaknya. Sebenarnya hanya mirip etalase untuk membantu peternak, ya mereka bisa langsung menghubungi peternak,” tuturnya.
Selain memudahkan peternak atau penjual dengan pembeli, lanjut Iwan, aplikasi marketplace ‘Tumbas’ tersebut diharapkan bisa memutus penyebaran virus PMK dan distribusi penjualan hewan ternak. Karena banyak diketahui, jika pasar hewan ternak terdapat banyak orang yang bisa menjadi media penyebaran virus PMK.
“Saya kira ini sangat bermanfaat sekali, memang aplikasi ini kan harus menjadi member. Harus mendaftar di akun Tumbas, nanti akan ada petugas yang membantu step-stepnya mulai pendaftaran akun kemudian mengupload komoditasnya sampai kemudian komoditasnya itu muncul di aplikasi. Ini free, tidak ada biaya,” paparnya.
Petugas dari Disperta juga akan memastikan kesehatan hewan ternak yang akan dijual di aplikasi marketplace ‘Tumbas’ tersebut. Saat ini, sudah ada 10 kelompok ternak yang sudah mendaftar dan nantinya akan ada peternak perorangan. Dalam waktu dekat, tidak hanya menjual hewan sapi dan kambing namun juga domba, kuda hingga babi yang merupakan kelompok ruminansia. [tin/kun]







