Malang (beritajatim.com) – Peristiwa angin puting beliung merusak belasan rumah di Kelurahan Pandawangi, Blimbing, Kota Malang, Kamis, (23/12/2021). Hujan deras disertai angin kencang terjadi mulai pukul 13.00 WIB hingga sekira 15.00 WIB.
Salah satu korbannya adalah, Turi Mujiyanto (42) warga RT 09 RW 10 Kelurahan Pandangwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang. Dia menuturkan, seluruh atap lantai dua miliknya tersapu angin puting beliung. Di lantai dua rumahnya terdapat dua kamar tidur, kamar mandi dan juga ruang salat.
“Saat itu hanya ada saya dan dua anak saya. Hujannya awalnya lebat terus redah terus lebat lagi. Lah pas saya naik ke atas lihat jendela kok ada yang terjatuh,” kata Turi, Kamis (23/12/2021).
Turi menuturkan, saat dia melihat kondisi rumahnya di lantai 2. Setengah atap rumahnya berupa galvalum sudah copot diterpa angin puting beliung. Saat itu, anaknya berada di kamar mandi. Dia meminta untuk tetap tenang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”puting-beliung”]
“Saya takut anak saya yang waktu pulang sekolah kan posisinya di kamar mandi sini. Nah pas bergelantungan setengah itu saya suruh diam. Anginnya cukup besar dan muter-muter. Sampai galvalum saya jatuh di pos satpam sana awal masuk gang ini. Sekitar 100 meter an ada,” ujar Turi.
Saat ini, Turi dan istri bersama anaknya harus tidur di lantai satu rumahnya. Informasi yang dia terima akan mendapat bantuan terpal dari BPBD Kota Malang. Rumah itu sendiri baru dibangun Turi empat tahun lalu. Kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.
Sementara itu, Pusdalops BPBD Kota Malang, Wahyu Santoso mengatakan, ada sekitar belasan rumah yang rusak akibat angin puting beliung di Kelurahan Pandanwangi. “Ya ada belasan rumah sementara yang kami data ya. Cuma yang parah di sini (Rumah Turi),” tandasnya. (luc/kun)






