Sumenep (beritajatim.com) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) berunjukrasa ke DPRD setempat, Senin (11/4/2022).
Mereka ‘mengepung’ gedung wakil rakyat sambil membentangkan spanduk panjang bertuliskan mahasiswa dan masyarakat menolak kenaikan harga BBM. Langkah mahasiswa tertahan kawat berduri yang dipasang melintang di sepanjang depan gedung DPRD Sumenep, Jl. Trunojoyo. Mahasiswa pun berorasi bergantian.
[berita-terkait number=”5″ tag=”demo-mahasiswa”]
“Kami turun jalan untuk menyuarakan nasib rakyat. Tapi kenapa anggota dewan yang katanya wakil rakyat itu malah diam,” kata salah satu orator, Abdul Mahmud.
Ia menyesalkan ketidakpekaan anggota DPRD terhadap kondisi saat ini. Padahal menurutnya, anggota dewan seharusnya pandai menerjemahkan pikiran rakyat. “Anggota dewan ini bukan artis. Tapi kok malah kerjaannya healing. Sekarang rakyat ini menagih janjimu. Jangan hanya mendekat ketika kampanye,” teriaknya.
Aliansi Mahasiswa Sumenep tersebut menyuarakan empat tuntutan, yakni menolak kenaikan harga BBM, menolak penundaan pemilu, menolak kenaikan PPN, dan menolak kenaikan harga minyak goreng dan kebutuhan lainnya.
“Kami ingin anggota dewan ini keluar semua. Temui kami. Berjuang bersama kami untuk rakyat. Tolak kenaikan harga BBM. Urus kelangkaan minyak goreng,” tandasnya.
Aksi unjuk rasa mulai memanas ketika tidak ada satupun anggota dewan yang keluar menemui mereka. Massa mulai berteriak-teriak dan merangsek mendekat ke gedung DPRD. Hingga akhirnya, salah satu anggota DPRD Sumenep, Masdawi keluar menemui mahasiswa. Namun tampaknya mahasiswa tetap tidak puas apabila hanya satu anggota dewan yang menemui mereka.
Mereka menginginkan pimpinan DPRD yang keluar menemui mereka. Mahasiswa meneruskan orasi dan menyanyikan yel-yel ala mahasiswa, sambil menunggu pimpinan DPRD menemui mereka. [tem/suf]






