Malang (beritajatim.com) – Sebuah kamera pengawas CCTV dari rumah warga di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jumat (21/5/2021) malam ini membuat pemilik rumah panik dan berhamburan keluar. Suara teriakan pun terdengar saat guncangan gempa berkekuatan 6,2 SR terjadi.
Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri mengatakan, gempa bumi malam ini termasuk gempa Menengah dengan kedalaman 110 km.
“Jadi memang karena aktivitas subduksi, penyusupan lempeng indo-australia ke eurasia. Jadi penyebabnya sama karena aktivitas subduksi. Tapi sejauh ini kami masih mengkaji lagi,” tegasnya.
Ma’muri menuturkan, guncangan gempa bumi terasa di wilayah barat sampai Cilacap. Sementara sisi timur hingga ke Lombok Barat.
“Kalau wilayah utara sejauh ini terasa hingga Surabaya. Sedang tingkat dirasakannya berbeda. Tetapi pusat gempa buminya sama 6,2 SR. Tetapi efek dirasakan tiap wilayah berbeda-beda.
“Kalau ini aktivitas subduksi sama, cuman lempeng jaraknya masih jauh juga. Kita masih mencoba mengkombinasikan dua data itu, akan diploting ke peta. Dipastikan tidak berpotensi tsunami. Dan kami masih mendata kerusakan, masih berkoordinasi dengan BPBD terkait. Jadi sejauh ini ada beberapa rumah gentengnya runtuh. Artinya merosot. Terus juga ada beberapa rumah yang retak. Terjadi 3 kali gempa susulan malam ini dengan magnitude 2.7, 2.8 dan 2.8,” papar Ma’muri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gempa-malang”]
Ma’muri menghimbau untuk masyarakat agar tetap tenang tapi selalu waspada. Artinya, gempa bumi ini memang akan terus terjadi. Dan gempa bumi belum bisa diprediksi kapan.
“Jadi memang di selatan Jawa secara umum memang berpotensi terjadinya Gempa. Nah, memang kadang dirasakan, kadang tidak. Sejauh ini gempa ini yang kita rasakan. Sekali lagi masyarakat untuk tetap tenang, jangan panik dan menyikapinya dengan bijak. Artinya apa, ketika ada informasi, atau akan ada terjadi gempa bumi, susulan lebih dahsyat. Itu kita pastikan tidak benar. Jadi gempa bumi sejauh ini tidak bisa diprediksi. Kalau ada informasi seperti tadi, mohon konfirmasi ke BMKG malang atau terdekat,” Ma’muri mengakhiri. (yog/ted)






