Gresik (beritajatim.com)- Arus mudik di Jalur Pantura Gresik mengalami kepadatan yang sangat signifikan. Ini karena sebuah mobil pemudik mendadak mogok tepat di jalur contraflow Jembatan Sembayat. Situasi tersebut memicu kemacetan panjang. Namun, aksi sigap Polantas Polres Gresik berhasil menyelamatkan kondisi sebelum lumpuh total.
Kepadatan yang mengular dari Jembatan Sembayat hingga Simpang Tiga Betoyo memaksa petugas satlantas menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow.
Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengamankan lokasi sekaligus mencari solusi tercepat agar arus lalu lintas tetap berjalan.
Selain mengurai kemacetan, polisi juga menghubungi montir dari bengkel terdekat untuk melakukan perbaikan di tempat. Langkah ini dinilai efektif karena dapat memangkas waktu evakuasi dan menghindari penumpukan kendaraan lebih parah.
Tak hanya fokus pada kendaraan, keselamatan penumpang juga menjadi perhatian utama. Seorang ibu dan anak yang berada di dalam mobil langsung dievakuasi oleh petugas.
Keduanya kemudian diantar menuju wilayah Bungah dengan bantuan personel keamanan JIIPE, memastikan mereka tetap aman dan tidak terlantar di tengah padatnya arus mudik.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin mengatakan kehadiran anggotanya di lapangan bukan hanya sebatas pengatur lalu lintas, tetapi juga sebagai pelindung masyarakat di jalan raya.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat seperti ini. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Pama Polri itu menambahkan, berkat respons cepat tersebut, arus lalu lintas yang sempat tersendat berhasil kembali normal dalam waktu relatif singkat.
“Agar kejadian ini tak terulang lagi, saya menghimbau kepada pemudik untuk selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan,” imbuhnya. [dny/ian]






