Surabaya (beritajatim.com) – Dalam tayangan channel youtobe milik sport 77 official, secara gamblang mantan pemain timnas di era 90an Rochy Putiray menyebutkan jika di timnaa era 1997 banyak pemainnyang menggunakan dopping.
Dalam tayangannya di menit ke 2, ia menegaskan jika 80 persen para pemain sepak bola sea games 1997 pemakai. Namun hal ini ditepis oleh mantan pemain timnas yang kini menjadi Pelatih Persebaya, Aji Santoso.
Aji menyayangkan ucapan yang dilontarkan oleh Rochy Putiray, pemain sekelas dia menyampaikan hal tidak fakta. Mulai dari sengaja memilih kalah di final hingga penggunaan doping yang dilakukan oleh para pemain.
“Saya saksi semuanya karena saya bagian dari tim itu ditahun 1997, kita tidak ada yang seperti yang dikatakan oleh Rochy. pakai narkoba hingga sengaja kalah saat final karena takut melakukan tendangan finalti karena mau ada doping,”ungkap Aji.
[berita-terkait number=”4″ tag=”timnas-indonesia”]
Saat itu, beberapa pemain yang diingat seperti dirinya, Fadly dan Uston Nawawi merupana pemain muda yang belum memiliki jam terbang tinggi. Jadi wajar jika memiliki kekhawatiran besar untuk melakukan tendangan pinalti karena besar kemungkinan bisa gagal.
“Para pemain timnas di tahun 97 an itu seperti saya, Fadly dan Uston adalah pemain muda dan baru jam terbang masih terbatas jadi wajar mereka belum pengalaman dan ditonton ribuan suporter dan butuh mental besar untuk tidak melakukan kesalahan bukan karena sengaja tidak mau menang karena akan ada tes doping dan semua pemain dalam keadaan yang normal,”imbuh Aji Santoso.
Diakui oleh mantan pelatih Persela Lamongan ini kecewa atas perkataan Rochy ia menilai pemain sekelas Rochy bisa membuat statemen seperti yang diutarakan dalam channel youtobe dan viral di media sosial. [way/ted]






