Surabaya (beritajatim.com) – Air mata haru Bonek disabilitas yang menonton laga kandang Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pertama kalinya menetes. Ia tak bisa membendung rasa harunya saat ribuan Bonek Mania menyanyikan Song For Pride usai pertandingan. Ia berusaha ikut menyanyi. Terbata-bata namun suaranya masih jelas terdengar.
“Satukan semangatmu. Bajul Ijoku. Doa dan dukungan menyertaimu,” sembari terbata-bata menangan haru.
Rahul, remaja disabilitas yang tinggal di Tambak Laban Buntu, Simokerto ini berkesempatan melihat laga kandang Persebaya vs Barito Putera di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (08/07/2023) sore. Ia menyempatkan makan nasi sayur lodeh dengan ikan pepes tongkol lengkap dengan sambal. Ia dengan lahap makan dari suapan ibunya. Wajar, Rahul menderita sebuah penyakit yang membuat tubuhnya lumpuh dan hanya bisa berpindah tempat jika digendong atau menggunakan kursi roda.
Usai makan, Kapolsek Simokerto, Kompol Dwi Nugroho menjemput Rahul. Mereka sudah berjanji akan menonton laga Persebaya kandang Persebaya bersama dengan 5 disabilitas lainnya dari Simokerto. Senyum bahagia tak bisa disembunyikan Rahul. Ia lantas naik ke punggung Kapolsek Simokerto tanpa ragu.
“Pada laga kemarin, Persebaya vs Barito Putera kami memang berinisiatif memfasilitasi para Bonek disabilitas di Simokerto untuk bisa nonton secara langsung di stadion Gelora Bung Tomo. Kami menyiapkan dua mobil secara khusus yang digunakan untuk antar jemput,” ujar Dwi Nugroho ditemui Beritajatim, Senin (10/07/2023).
Baca Juga: Polsek Simokerto Wujudkan Mimpi 6 Bonek Disabilitas Nonton Persebaya di Stadion
Sepanjang jalan, Rahul terus menyanyikan yel-yel yang biasa dinyanyikan Bonek Mania ketika mendukung Persebaya di Stadion. Perjalan memakan waktu hampir satu jam. Namun, Rahul terus menerus menyanyikan yel-yel tanpa henti. Walau, dia tampak kesusahan karena untuk bicara pun Rahul tidak bisa seperti orang biasanya.
Setelah sampai, kedatangan Rahul langsung disambut oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce yang kebetulan sedang berpatroli untuk mengamankan laga tersebut. Rahul digendong oleh perwira dengan pangkat 3 melati itu menuju kursi roda yang sudah disiapkan. Tak lupa Pasma juga memakaikan gelang tiket superfans ke tangan Rahul.
“Salam satu Nyali, Wani !,” begitulah Rahul mencoba berkomunikasi dengan Kapolrestabes Surabaya.
Rahul lantas pergi ke gate nomor 19 bersama lima teman lainnya yakni Rudi, Junaidi, Siswanto,Irgi, dan satu Bonita bernama Rofilul. Gate tersebut memang ditujukan khusus kepada kaum disabilitas. Gate khusus itu memang kebijakan dari Manajemen Persebaya. Kebijakan manajemen Persebaya untuk menyediakan gate khusus merupakan terobosan untuk menjawab jika Persebaya adalah milik warga kota Surabaya tanpa pengecualian. Selain itu, kebijakan ini menunjukan jika Persebaya tak hanya bisa dinikmati orang normal saja, tapi juga untuk orang yang memiliki gangguan pada kekuatan fisik hingga gangguan intelektual.
Enam Bonek disabilitas ini menikmati pertandingan Persebaya VS Barito Putera seperti Bonek pada umumnya. Mereka juga sesekali mengeluarkan kata umpatan khas Suroboyo ketika pemain Persebaya gagal memanfaatkan peluang. Termasuk, kritikan ketika pemain Persebaya Song Ui-young ditarik jerseynya di dalam kotak terlarang.
“Iku kudune Penalti wooo !!!,” teriakan Rahul.
Baca Juga: Mencari Bonek, Mempertanyakan Alkatiri
Usai pertandingan, mereka berenam tampak kecewa karena Persebaya hanya mendapatkan 1 poin ketika bermain di kandang. Rahul tak bisa menyembunyikan rasa kesalnya karena keputusan kontroversial wasit Thoriq Alkatiri yang memimpin jalannya pertandingan. Namun, rasa kesalnya hanya sebentar. Ia kembali diantar oleh Kompol Dwi Nugroho untuk keluar stadion gelora Bung Tomo. Sambil mendorong kursi roda, Dwi Nugroho menanyakan bagaimana rasanya bisa menonton Persebaya secara langsung.
“Seneng pak, biasanya cuman di televisi nontonnya. Tapi ini langsung lihat juga ikut nyanyi sama-sama. Terima Kasih pak Kapolsek,” tutur Rahul.
Sebelum naik mobil patroli Polsek Simokerto dan kembali pulang, Kombes Pol Pasma Royce sempat mendatangi kembali Rahul. Kepada Pasma, Rahul mengucapkan rasa terima kasihnya dan berharap agar pengalamannya menonton laga Persebaya di akan terus berlanjut.
“Karena dengan melihat Persebaya saya bisa lupa kalau saya sedang sakit pak. Semoga saya bisa lihat lagi ke stadion,” ucap Rahul kepada orang nomor satu di kepolisian Surabaya. (ang/ted)






