Jember (beritajatim.com) – Agrotechnopark Universitas Jember di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur menjadi lokasi pertama di Indonesia penanaman benih jagung bioteknologi terbaru NK 212 S.
Benih jagung ini tahan terhadap hama ulat penggerek batang, toleran terhadap glisofat dan produktivitasnya lebih tinggi 10 persen daripada benih jagung biasa. Setelah mendapatkan izin edar sejak 6 Maret 2023, rencananya benih jagung NK 212 S ini mulai dipasarkan tahun depan.
NK 212 S adalah produk bioteknologi terbaru PT. Syngenta Seed Indonesia. “Kami memilih bekerja sama dengan Universitas Jember karena sudah memiliki rekam jejak penelitian bioteknologi di Indonesia,” kata Imam Sujono, Brand and Digital Marketing Manager PT. Syngenta Indonesia, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (13/9/2023).
Benih jagung itu ditanam di atas lahan seluas 0,5 hektar. “Harapannya ada masukan dari para akademisi terhadap produk kami, selain tentunya bentuk kerja sama lainnya,” kata Imam Sujono.
Hamparan demplot jagung tersebut dipanen oleh Rektor Universitas Jember Iwan Taruna bersama jajaran petinggi PT. Syngenta Seed Indonesia, Rabu (13/9/2023). Iwan Taruna berharap demplot benih jagung NK 212 S di Agrotechnopark Jubung juga bisa dimanfaatkan sebagai wahana belajar dan konsultasi oleh petani Jember. Dengan demikian mereka tidak ketinggalan informasi dan teknologi terkini.
“Proses untuk melahirkan sebuah inovasi seperti di bidang bioteknologi itu prosesnya panjang dan memerlukan biaya yang besar. Maka kata kuncinya adalah kolaborasi antara semua pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, swasta dan masyarakat,” kata Iwan.
Sebelumnya Agrotechnopark membudidayakan tebu varietas toleran kekeringan yang sudah ditanam oleh petani binaan PT Perkebunan Nusantara XI. Agrotechnopark juga mengembangkan tanaman yang minim pupuk melalui bioteknologi, sehingga kebutuhan pupuk bisa ditekan seminim mungkin. [wir]






