Surabaya (beritajatim.com) – Selalu ada hal baru yang ditemukan pada penelitian luar angkasa. Seperti temuan baru-baru ini, benda berbentuk mie muncul di permukaan Planet Mars. Apakah ada restoran spagetti disana?
Dilansir dari mirror.co.uk, penemuan benda berbentuk spagetti berwarna kuning di dataran Planet Merah itu pun telah diidentifikasi oleh NASA.
Zat aneh yang menyerupai spagetti ditangkap dalam foto yang diambil oleh penjelajah Perseverance milik NASA yang mendarat di dalam Kawah Jezero tahun lalu.
Gambar itu, pertama kali dilihat oleh rover atau robot penjelajah seukuran mobil yang memiliki kamera berkualitas tinggi pada 12 Juli. Penampakan itu memicu teori liar tentang potensi kehidupan di Planet Merah.
Tetapi, NASA telah mengkonfirmasi di akun website resmi mereka bahwa itu adalah potongan jaring Dacron. Disimpulkan bahwa Dacron, yang merupakan anggota keluarga poliester, kemungkinan berasal dari selimut termal yang digunakan dalam tahap penurunan rover.
“Sepotong jaring khusus ini tampaknya telah mengalami penguraian/penghancuran yang signifikan, menunjukkan bahwa jaring itu terkena tekanan yang kuat,” tulis Nasa di website mereka.
Detritus dari salah satu komponen rover saat masuk, turun, dan mendarat (EDL) adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari melakukan pendaratan lunak di Mars tetapi dapat menghadirkan tantangan bagi mereka yang bekerja dalam misi berat ke Mars ini.
Di lansir dari wikipedia, dalam biologi, detritus adalah bahan organik dari partikulat mati, yang dibedakan dari bahan organik terlarut. Detritus biasanya mencakup tubuh atau fragmen tubuh organisme mati, dan kotoran lainnya. Detritus menjadi penampung komunitas dan koloni mikroorganisme pembusuk dan pengurai.
Rover berada di planet ini untuk mengebor sampel batuan dan tanah yang akan dikumpulkan dan dibawa kembali ke Bumi pada 2030-an.
Analisis sampel dapat menentukan apakah ada, atau pernah ada, kehidupan di Mars.
NASA mensterilkan Ketekunan sebelum diluncurkan untuk menghindari kontaminasi Mars dengan mikroba Bumi, tetapi tim penjelajah perlu menggunakan kameranya untuk mencoba dan memastikan tidak ada bahan dari EDL yang masuk ke dalam sampel.
Tulisan itu melanjutkan, “Tim pengambilan sampel juga akan terus memantau potensi sumber kontaminasi untuk memastikan integritas cache sampel yang dikembalikan.” [adg/beq]







