Jombang (beritajatim.com) – Sungai Slumbung yang melintasi Dusun/Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Jombang, mengalami abrasi. Hal itu karena debit air dalam satu bulan terakhir ini cukup tinggi. Air yang mengalir deras menggerus bantaran sungai.
Bahkan, bibir sungai semakin tipis dari hari ke hari. Akibatnya, sebanyak delapan KK (kepala keluarga) yang tinggal di bantaran sungai harap-harap cemas. Mereka khawatir, bibir sungai semakin tergerus. Tentu saja bisa berdampak pada pemukiman yang tidak jauh dari lokasi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”longsor”]
“Ancaman abrasi semakin meningkat menyusul terjadinya musim penghujan saat ini. Sejumlah kepala keluarga yang tinggal di sekitar bantaran sungai mengaku was-was. Karena bantaran tersebut semakin tergerus air,” kata Kepala Desa (Kades) Penggaron Rico Ret Hendrik, Senin (14/2/2022).
Selain pemukiman, lanjut Rico, tergerusnya bibir sungai juga mengancam lahan pertanian yang ada di sepanjang bibir sungai. Setiap tahun, luas lahan pertanian di sepanjang bibir sungai juga mengalami penurun luas.
“Ini terlihat saat program sertifikat massal kemarin. Luas lahan di sekitar lokasi, tidak sesuai dengan ukuran. Karena ada lahan yang longsor akibat tergerus aliran sungai,” katanya menjelaskan.
Kades Penggaron berharap instansi terkait segera turun tangan. Sehingga kondisi tersebut tidak membahayakan warga yang tinggal di pemukiman dekat sungai tersebut. “Penanganan abrasi di bibir sungai ini merupakan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Jadi tidak bisa menggunakan dana desa,” ungkap Rico. [suf]






