Ponorogo (beritajatim.com) – SAR Tangguh Ponorogo atau lembaga SAR bentukan masyarakat Ponorogo secara mandiri kembali menjalankan misi kemanusiaannya. Selasa (25/12/2018), mereka berangkat menuju Pandeglang, Banten, untuk turut melakukan evakuasi para korban bencana tsunami Selat Sunda tersebut.
Salah satu personel SAR Tangguh Ponorogo, Agus Setiyo Pambudi mengatakan, untuk misi kali ini ada lima orang anggota SAR Tangguh yang menjadi tim. Mereka adalah Agus Setiyo Pambudi, Khafid Muhammad Ikhsan, Asrobi Nanda Koswara, Mohd Taufiq Ginanjar dan Ronaldo Eka Pratama.
“Kami akan ikut melaksanakan evakuasi membantu kawan-kawan sukarelawan yang ada di sana. Rencananya berangkat kemarin. Tapi karena kondisi badan masih drop karena baru pulang dari Palu, maka baru terlaksana hari ini dengan jumlah lima orang personel,” ungkap Agus sebelum keberangkatan.
Agus menyatakan sudah berkoordinasi dengan BPBD Ponorogo. Mereka telah meminta izin untuk bisa berangkat ke daerah terdampak tsunami.
Rencananya, mereka akan berada di Banten selama masa tanggap darurat yang ditentukan oleh instansi terkait. Namun bila masih dibutuhkan, mereka akan lanjut sampai waktu yang belum ditentukan.
“Selama tenaga kita dibutuhkan, kita akan berada di sana. Seperti di Lombok dan Palu kita ada di sana sampai sakkesele (secapeknya),” ujarnya.
Saat ditanya soal uang saku, Agus menyatakan, SAR Tangguh Ponorogo menggunakan uang kas mereka sendiri. Soal besarannya, Agus mengaku cukup untuk keberangkatan dan sampai di lokasi yang dituju. Masing-masing juga membawa ongkos untuk mencukupi kebutuhan mereka sendiri di sana.
“Tidak banyak tapi ya cukup untuk sampai di sana lah,” ujarnya.
Sesampai di Pendeglang, mereka akan bergabung dengan Gerak Bareng, sebuah organisasi kemanusiaan yang beranggotakan para sukarelawan. Mereka juga bisa bergabung dengan Basarnas bila keterampilan yang dimiliki bisa dipakai oleh Basarnas.
“Kan banyak relawan di sana. Maka dari Gerak Bareng kita bisa ke Basarnas atau ke relawan yang lain yang butuh keterampilan kita. Kan di sana banyak titik yang membutuhkan relawan,” terang Agus.
Untuk keberangkatan kali ini, mereka membawa peralatan pribadi dalam evakuasi. Juga alat pelindung diri yang wajib dikenakan saat evakuasi. Mulai dari sepatu boots, sarung tangan, masker sampai helm pengaman. [dil/but]





