Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo (RSUD Dr. Soetomo) Surabaya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru. Persiapan tersebut meliputi Koordinasi Internal, Eksternal, dan Lintas Sektor.
Menurut Dr. Joni Wahyudi, dr, sp.BS(K). RSUD Dr Soetomo berbagai kesiapan ini dilakukan untuk mengantisipasi keadaan buruk selama liburan. Persiapan Internal meliputi Sistem Pelayanan Siaga 24 jam dan Gawat Darurat.
Sistem Pelayanan Siaga 24 Jam pun meliputi IGD, IBP, Ambulance 118, Rawat Inap, Radiologi dan CT Scan, Layanan Laboratorium, Obat dan Logistik Medik, Layanan Gizi, Ambulance Jenazah serta Sistem Managemen dam Sarana Prasarana.
Sedangkan persiapan eksternal meliputi sistem rujukan antar RS dan Puskesmas yang semakin diperbaiki baik dari sistem rujukan layanan, metode rujukan dan koordinasi antar rumah sakit mitra. Ada 21 rumah sakit mitra di Surabaya yang menjadikan RSUD Dr Soetomo sebagai Rumah Sakit Tersier.
Dr. Joni mengatakan bahwa kunjungan pasien terbanyak saat liburan Natal dan Tahun Baru sejak tahun 2012 hingga 2017 dikarenakan penyakit permasalahan perut dan pencernaan, antara lain Gastritis, Gastruenteritis dan Diare.
\\\”Memang terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien pada liburan Natal dan Tahun Baru. Yang biasanya rata-rata harian IGD cuma 100-150, liburan (Natal dan Tahun Baru) tahun lalu bisa mencapai 200 lebih pasien,\\\” ujar Dr. Joni, saat konferensi pers Kesiagaan RSUD Dr Soetomo, Jumat (21/12/2018).
Untuk kasus lain seperti kecelakaan lalu lintas ataupun kecelakaan akibat mercon tidak menjadi faktor utama naiknya jumlah kunjungan di liburan Natal dan Tahun Baru.
\\\”Jumlahnya sangat kecil, dibanding kasus penyakit perut dan pencernaan atau kelelahan seperti anemia atau asma. Tahu lalu laka lantas kami hanya menerima 2 pasien sedangkan dyspepsia atau diare sebanyak 77 pasien,\\\” tambahnya.
Sedangkan untuk kasus-kasus Miras, RSUD Dr Soetomo telah memiliki strategi khusus untuk mensekrining pasien dengan dugaan Miras. RSUD dr Soetomo memiliki Breathe Analizer yang dapat mendeteksi seseorang mengkonsumsi Miras atau tidak.
\\\”Memang yang harus diwaspadai adalah Miras, walaupun kasusnya tidak sebanyak diare atau Gastritis. Karena memang Surabaya masih akrab dengan hal tersebut. Tapi Breathe Analizer ini untuk screening ke pasien yang laka biasanya tidak untuk semua pasien. Dari pada menunggu cek darah di lab for yang lebih lama,\\\” jelasnya.
Dengan demikian, Kesiagaan RSUD dr Soetomo dinilai sudah sangat siap menyambut liburan panjang akhir tahun ini. [adg/but]





