Sampang (beritajatim.com) – Guna menanggulangi bencana, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Sampang, mulai mendirikan dua posko yang bertempat di kantor setempat dan Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0828.
Dua Posko penanggulangan bencana tersebut diantaranya untuk mengantisipasi saat bencana banjir, puting beliung dan longsor. \\\”Selain mendirikan Posko, kita juga membangun jaringan relawan, kemudian kita juga mengadakan patroli ke wilayah-wilayah yang rawan bencana,\\\” terang Kepala BPBD Sampang Anang Joenaidi, Jumat (29/12/2018).
Lanjut Anang, untuk bencana tsunami atau banjir rob di wilayah Sampang termasuk kategori aman. \\\”Bencana yang sering terjadi di wilayah Sampang yaitu banjir luapan sungai Kemuning, kedua puting beliung,\\\” jelasnya.
Terpisah, Sekertaris Daerah (Sekda) Puthut Budi Santoso menegaskan, beberapa waktu lalu pihaknya membuka acara sekolah sungai. Tujuanya, agar masyarakat paham dan sadar untuk menjaga sungai serta tidak membuang sampah di sungai yang bisa menyebabkan banjir.
\\\”Sekolah sungai kemarin itu bukan hanya bertujuan menjaga sungai, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga tentang kesiapan jika menghadapi bencana. Termasuk mempersiapkan tim relawan bencana dan Tagana. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada bencana, karena pemerintah daerah dan Provinsi telah melakukan pencegahan yakni mengeruk Sungai Kemuning,\\\” pungkasnya. [sar/suf]





