Mojokerto (beritajatim.com) – Gubenur Jawa Timur, Soekarwo kecewa saat mengetahui sebagian anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto tak hadir dalam acara Serah Terima Jabatan Walikota dan Walikota Mojokerto dan Rapat Paripurna DPRD Kota Mojokerto. Rapat digelar dalam rangka mendengarkan pidato penyimpanan visi misi Walikota dan Wakil Walikota masa jabatan 2018-2023.
Dalam acara yang digelar di Gedung Olahraga dan Seni Mojopahit, dari 25 anggota DPRD Kota Mojokerto untuk periode 2014-2019 sebanyak delapan orang anggota dewan tidak hadir. Hanya ada 17 anggota legislatif yang hadir, tampak banyak bangku legislatif yang kosong sehingga membuat reaksi Pakde Karwo (sapaan akrab, red), marah.
Ditemui usai acara Pakde Karwo mengatakan, jika acara tersebut merupakan siklus politik 5 tahunan. \\\”Ya jelas, ini 5 tahun sirklus politik, perlu mendengarkan visi misi. Sangat mendasar karena visi misi yang mau dibahas. Tidak (paripurna dewan tidak dibahas, red) tapi untuk membahas visi misi. Kan rohnya Walikota dan Wakil Walikota di dalam ini, kan visi misi. Kalau tidak tahu visi misi bagaimana? Visi misi kan 5 tahun,\\\” ungkapnya, Jum\\\’at (21/12/2018).
Masih kata orang nomor satu di Provinsi Jawa Timur ini, hal tersebut merupakan tugasnya sebagai wakil pemerintah pusat untuk melakukan pembinaan dan pengawasan. Sehingga pihaknya akan menerjunkan Biro Pemerintah untuk mengecek alasan ketidakhadiran para anggota dewan tersebut karena tugas Gubenur untuk melaporkan ke pemerintah pusat terkait kinerja.
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari membenarkan apa yang disampaikan Gubenur Jawa Timur dalam sambutan tersebut. \\\”Benar apa yang beliau (Pakde Karwo, red) sampaikan. DPR atau legislatif dipilih oleh rakyat dan kehadiran beliau para anggota dewan pada momentum paripurna istimewa yang hanya 5 tahun sekali itu seharusnya menjadi moment kehormatan untuk hadir,\\\” ujarnya.
Menurutnya, Pakde Karwo sebelumnya sudah meminta izin kepada orang nomor satu di Kota Mojokerto tersebut untuk menyampaikan dalam sambutan terkait banyaknya anggota DPRD Kota Mojokerto yang absen. Namun, menurutnya, hal tersebut juga menjadi pelajaran bagi semua pihaknya karena jabatan yang dikembangkan merupakan amanah yang diberikan oleh rakyat.
\\\”Beliau (Pakde Karwo, red) izin menyampaikan agak keras untuk ketidakhadiran (anggota DPRD, red). Ini bagian untuk berbenah diri, mungkin hari ini memang legislatif yang kebetulan (tidak hadir, red) tapi saya kira apa yang beliau sampaikan berlaku bagi semua termasuk bagu kami yang ada di eksekutif juga harus bisa menjalankan apa yang sudah menjadi amanah dan tanggungjawab kami masing-masing. Jangan sampai melalaikan apa yang menjadi kewajiban,\\\” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Mojokerto, Mokhmad Effendy membenarkan, ada delapan anggota DPRD yang absen dalam acara tersebut. \\\”Ada yang tugas rapat partai di provinsi, ada yang sakit, beberapa ada agenda pribadi seperti menyusul anaknya ke luar kota tapi ada yang belum diketahui alasan kenapa absen di acara tadi,\\\” jelasnya. [tin/but]





