Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto menggelar Ngobrol Bareng Ning Ita-Cak Rizal dengan tema \\\’Maju Melangkah, Ayo Berbenah\\\’ di salah satu hotel di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Di hadapan wartawan, Walikota Ika Puspitasari (Ning Ita) dan Wakil Walikota Achmad Rizal (Cak Rizal) akan fokus penyelesaian banjir dan pembangunan infrastruktur.
\\\”Kebersamaan, sinergitas media dan pemkot yang dilakukan secara kontinyu akan menjadikan media komunikasi yang efektif. Kedepan dengan kepemimpinan yang baru akan ada sebuah perbedaan karena setiap pemimpin dengan karakter berbeda maka pola pemikiran akan berbeda. Saya sudah sampaikan kepada OPD dan diharapkan bisa menyesuaikan, adaptasi,\\\” ungkapnya, Rabu (26/12/2018).
Menurut Ning Ita, di awal kepemimpinannya masih berusaha untuk menyelaraskan langkah. Namun dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dan komitmen, tegas Ning Ita, apa yang menjadi visi-misi dapat diwujudkan dengan bergandengan tangan. Karena visinya yakni untuk mewujudkan Kota Mojokerto berdaya saing, mandiri, demokrasi, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat.
\\\”Misi kita ada tujuh tapi kita titik beratkan pada insfrastruktur karena tahun 2018 belum memenuhi 25 persen. Maka insfrastruktur menjadi skala prioritas agar di 2019 bisa 25 persen. Fokus pada penyelesaian banjir, pemerataan pembangunan infrastruktur sebagai daya ungkit perekonomian berbasis kerakyatan dan insfrastruktur fokus pembangunan pariwisata,\\\” katanya.
Ning Ita-Cak Rizal mengusung Spirit of Mojopahit yakni membawa semangat atau motivasi kebesaran Mojopahit di masa lampau dengan mengarah ke pariwisata. Pihaknya mempunyai perencanaan untuk situs budaya hampir semua ada di Kabupaten Mojokerto. Tapi Kota Mojokerto sebagai pusat keramaian. Maka jika ada kunjungan dari luar, orang akan mengarah ke Kota Mojokerto.
\\\”Sehingga ini menjadi peluang untuk mengambil dengan menyiapkan akomodasi, transportasi hingga tujuan wisata termasuk gaet. Efek bisa diambil, diperoleh untuk memperdayakan warga kita karena kita punya potensi. Ada pusat pembuatan alas kaki, batik, produk makanan dan minunan, kapal Mojopahit, museum wayang bisa menjadi tujuan wisata. Ini bisa menjadi peluang usaha dan pekerjaan untuk warga,\\\” tegasnya. [tin/suf]





