Banyuwangi (beritajatim.com) – Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2018 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019 dilaksanakan di area parkir Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi. Sebanyak 1189 personel yang akan diterjunkan.
Dari jumlah itu, terdapat Brimob 41 personil atau satu pleton, 10 orang jihandak setara satu regu, 441 anggota Polri dan 704 orang dari TNI, BPD, SAR, Pramuka, Senkom, ASDP, Dinas Perhubungan serta pendukung lainnya.
\\\”Ada 23 pos pengamanan, 1 pos pengamanan terpadu di ASDP Ketapang, dan 15 pos pelayanan. Di malam natal juga ada pengamanan di seluruh gereja di Banyuwangi,\\\” kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi saat memimpin apel, Jumat (21/12/2018).
Selain itu, kata Taufik, sasaran lainnya yaitu area perbelanjaan, lokasi wisata, pelabuhan, bandar udara maupun stasiun. Peredaran senjata api dan bahan peledak turut pula diawasi. Tugas personil gabungan dalam Operasi Lilin Semeru 2018 selama 12 hari.
\\\”Pelaksanaannya H-5 sampai H+1 atau sejak 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. Selain pengamanan lokasi yang tadi sudah disebut, para petugas juga berkewajiban melakukan penyuluhan, pembinaan serta penegakan hukum,\\\” ungkapnya.
Polri sudah memetakan kerawanan selama Natal dan Tahun Baru. Diantaranya aksi sweeping ormas, terorisme, kecelakaan lalulintas, pencurian, copet, begal dan kriminalitas lain.
\\\”Tolok ukur keberhasilan Operasi Lilin Semeru 2018 ditandai dengan terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas. Menurunnya angka kejahatan, tersedianya kebutuhan dan stabilitas harga bahan pokok serta tertanggulanginya dampak bencana alam masuk kategori,\\\” terangnya.
Angota Polri juga diminta mengoptimalkan pengerahan anggota di tengah masyarakat dengan melakukan terobosan kreatif. Caranya melalui rekayasa lalulintas guna mengurai dan mengurangi kemacetan dan kecelakaan.
\\\”Yang terpenting dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru ini harus memperkuat sinergitas dengan seluruh stakeholder untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Antisipasi adanya terorisme dan sweeping oleh ormas,\\\” tegasnya.
Seluruh pasukan, juga diminta untuk memberikan pelayanan khususnya bagi pengguna jalan. Terutama akses menuju tempat wisata, maupun warga yang akan menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
\\\”Musim liburan ini akan banyak kendaraan-kendaraan dari Jawa Timur maupun Jawa Tengah dengan mudahnya masuk ke daerah ini. Sehingga kita antisipasi terkait dengan kelancaran arus masuk melalui Pelabuhan Ketapang ini,\\\” imbuhnya.
Tak hanya itu, bagi penumpang kapal yang menyeberang ke Bali juga akan mendapat pengamanan. Salah satunya menempatkan personel di setiap kapal.
\\\”Ya, kita nanti akan kordinasi dengan pihak ASDP untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang baik dari Banyuwangi maupun dari Bali,\\\” pungkasnya. [rin/suf]





