Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC mengincar pemain di sektor depan yang berposisi sebagai striker, sekaligus menjadi suksesor Mamadou Samassa yang dilepas sejak bergabung bersama tim dalam setengah musim terakhir.
Hal tersebut berdasar hasil evaluasi yang dilakukan manajemen bersama tim pelatih, khususnya pasca kegagalan mereka merealisasikan ambisi juara atau finish di posisi tiga besar pada kompetisi Liga 1 musim 2018. Terlebih mereka justru tercecer di posisi delapan klasemen akhir dengan raihan sebanyak 48 poin.
Raihan poin tersebut berkat hasil sebanyak 13 kemenangan, 9 kali hasil imbang dan 12 kekalahan dari total pertandingan yang mereka jalani di kompetisi tertinggi sepakbola tanah air, yakni hingga pekan ke-34. Bahkan agregat gol mereka juga minus, yakni memasukkan sebanyak 47 gol dan kebobolan sebanyak 50 gol.
\\\”Kekurangan di posisi striker (penyerang) menjadi evaluasi mendasar musim lalu. Madura United akan mencari pemain asing di posisi ini. Itu berarti kami harus ucapkan terimakasih kepada Samassa,\\\” kata Manajer Madura United FC Haruna Sumitro, Jum\\\’at (14/12/2018).
Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan pemain yang bakal bergabung bersama skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab, musim depan. \\\”Saat ini kami sedang menjalin komunikasi dengan pemain yang sudah menjalani kompetisi di Indonesia, karena pengalaman bermain di Indonesia sangat penting,\\\” ungkapnya.
Memang dalam keikutsertaan Madura United pada ajang kompetisi sepakbola nasional, selalu melakukan bongkar pasang pemain khususnya di posisi striker. Sebagian besar merupakan pemain impor, mulai dari Pablo Aracil (Spanyol), Guy Junior (Brasil), Peter Osaze Odemwingie (Nigeria), Alberto Antonio de Paula (Brasil) hingga Mamadou Samassa (Mali). [pin/but]





