Surabaya (beritajatim.com) – Partai Golkar Jatim siap mengawal jalannya roda pemerintahan lima tahun ke depan di masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak periode 2019-2024. Hal ini disampaikan Plt Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Zainudin Amali, Rabu (26/12/2018).
Berapa target kursi Golkar untuk Pemilu Legislatif 2019? \\\”Ada target secara nasional 110 kursi DPR RI dan Jatim diminta menyumbangkan 15-17 kursi dari target itu. Untuk itu, suara harus di atas 3 juta suara agar memastikan target RI tercapai. Untuk kursi DPRD Jatim, ditarget naik dari 11 kursi menjadi 17-20 kursi. Untuk kabupaten/kota ditarget bisa meraup 20 persen dari jumlah kursi DPRD yang ada,\\\” katanya.
Menurut dia, dengan perolehan kursi yang maksimal di DPRD Jatim, maka bisa dipastikan Fraksi Partai Golkar bisa mengawal pemerintahan Jatim lima tahun ke depan bagi pasangan terpilih Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.
Zainudin yang juga sebagai Ketua Bappilu Partai Golkar Jatim menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan di setiap kesempatan mengenai target-target capaian kursi dan suara. Ia membeberkan, target untuk DPR RI secara nasional sebanyak 110 kursi dan Jatim diminta untuk menyumbangkan 15-17 kursi.
\\\”Untuk DPRD Jatim, sekarang kami memiliki 11 kursi. Sekarang kan ada pertambahan daerah pemilihan dari 11 menjadi 14 daerah pemilihan. Nah, kami berkepentingan untuk memaksimalkan kursi di DPRD Jatim karena ingin mengawal dan mendukung pemerintahan Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil lima tahun ke depan,\\\” tegasnya.
Dengan begitu, lanjut dia, jumlah kursi Golkar di DPRD Jatim harus signifikan. Sebab, kata dia, Partai Golkar sudah mencalonkan, mengkampanyekan dan memenangkan paslon Khofifah-Emil dalam Pilgub Jatim.
\\\”Nah, sekarang tugasnya mengawal agar supaya pemerintahannya stabil dan tidak ada gangguan yang signifikan. Pemerintahannya bisa berjalan efektif serta program yang dikampanyekan segera bisa diwujudkan dengan dukungan DPRD yang kuat,\\\” jelasnya.
Dia berharap, dengan kawalan dari Partai Golkar, pemerintahan Jawa Timur mendatang akan stabil. Tentunya dengan mewujudkan program-program yang telah dikampanyekan sebelumnya.
Selain itu, pihaknya menargetkan 20 persen untuk setiap DPD II kabupaten/kota dari kursi DPRD yang ada. \\\”Kita memastikan kalau ada kontestasi pilkada di kabupaten/kota, kita bisa mengusung calon sendiri. Kita siapkan dari sekarang. Kita bisa menyiapkan sendiri tanpa meminta belas kasih dari orang lain yang mengajak koalisi,\\\” pungkasnya. (tok/kun)





