Surabaya (beritajatim.com) – Ahmad Budirahaji merupakan sosok dokter muda Indonesia yang patut dicontoh semangat dan kepeduliannya. Pasalnya, ia rela lari sejauh 169 km demi Anak-anak Difabel di Indonesia.
Ahmad Budirahaji yang akrab di panggil Dokter Budi ini mengikuti Nusantarun chapter 6. Nusantarun sendiri merupakan acara charity run, yang diadakan setiap tahun, tahun ini merupakan tahun ke 6 Nusantarun.
Acara dengan tajuk utama aksi \\\’Lari\\\’ ini menempuh jarak ultra Marathon atau lebih dari 42km, yang ditempuh dari kota ke kota. Terdapat beberapa chapter di Nusantarun ini, yakni;
Chapter 1 : Jakarta – Bogor 53,5 km
Chapter 2 : Bogor – Bandung 118 km
Chapter 3 : Bandung – Cirebon 135 km
Chapter 4 : Cirebon – Purwokerto 145 km
Chapter 5 : Purwokerto – Dieng Wonosobo 127,9 km
Chapter 6 : Wonosobo – Gunung kidul 169 km
Nusantarun adalah \\\’running movement\\\’ dimana kecintaan pada olah raga lari bertemu dengan jiwa sosial sebagai wujud cinta terhadap negara terutama di bidang pendidikan. Sehingga disetiap chapter nya ada misi menggalang dana untuk membantu masyarakat terutama dalam bidang pendidikan di daerah yang dilewati oleh rute lari dan sekitarnya.
Pada edisi chapter 6 ini misinya adalah membantu pendidikan bagi anak penyandang difabel di sekitar Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Adapun peserta atau pelari selain harus berlari , juga bertugas sebagai fundraiser atau penggalang dana untuk menyelesaikan misi ini. Adapun total penggalangan dana yang ditargetkan sebesar 2,5 Miliar rupiah.
Dalam misi ini Budi tentunya tidak sendirian, ia bersama 201 pelari lainnya terlibat, masing-masing pelari selain berlatih juga harus menyiapkan startegi untuk menggalang dana untuk membantu pendidikan anak difabel. Nusantarun chapter 6 ini sendiri diadakan pada tanggal 7-9 Desember lalu.
Dr. Budi mengaku bahwa lari memang merupakan passionnya. Dan bersama Nusantarun Ia merasa lebih baik dengan membantu orang lain.
\\\”Kalau sendiri kebetulan menang hobi lari, dan alangkah lebih baiknya bila selain untuk kesehatan dan kesenangan diri saja, berlari atau hobi juga bisa digunakan untuk membantu orang lain, seperti misalnya dengan charity run seperti ini,\\\” ujar dokter angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini kepada beritajatim.com, Kamis (23/12/2018)
Ia pun ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang gaya hidup yang sehat melalui Nusantarun.
\\r\\n
\\\”Selain itu juga supaya bisa mengedukasi gaya hidup sehat melalui lari kepada masyarakat pada umumnya, serta pada teman sejawat lain juga, sebelum mengedukasi kan gaya hidup sehat ke pasien, terlebih dahulu terapkan hal tersebut ke diri sendiri, karena sesibuk sibuknya dokter sebaiknya harus tetap ada waktu buat berolahraga dan refreshing,\\\” tambahnya sambil tersenyum lebar. [adg/suf]





