Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuka peluang kepada alumnus kursus demokrasi dan kepemiluan untuk menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
\\\”Mereka akan diprioritaskan jika bersedia menjadi KPPS. Dengan menunjukkan sertifikat (peserta kursus), kami berharap ini menjadi nilai lebih,\\\” kata Ahmad Hanafi, salah satu komisioner KPU Jember.
Para alumnus kursus diharapkan bisa mewarnai penyelenggaraan pemilu. \\\”Misalnya menjadi KPPS pada 2019. Kami sadar bahwa salah satu kunci pemilu berkualitas adalah penyelenggara pemilu memiliki pemahaman teknis kepemiluan yang baik,\\\” kata Hanafi.
Kursus demokrasi dan kepemiluan dibuka untuk umum pada akhir November dan awal Desember lalu. \\\”Warga yang ingin menjadi peserta bisa mendaftarkan diri secara online,\\\” kata alumnus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini.
Antusiasme masyarakat di luar dugaan KPU Jember. \\\”Semula kami rencanakan tiga kali kursus. Namun animo masyarakat sangat besar. Akhirnya kami akomodasi, dan kami beri tambahan dua sesi agar semua pendaftar mendapat kesempatan yang sama. Pendaftar mencapai seratus orang lebih diikutkan dalam lima sesi,\\\” kata Hanafi.
Satu sesi kursus diikuti maksimal 25 orang peserta. \\\”Itu berlangsung mulai jam delapan pagi sampai lima sore. Rata-rata peserta adalah mahasiswa,\\\” kata Hanafi.
Dengan kursus ini, KPU Jember berharap semakin banyak warga yang memahami politik dan kepemiluan. Para alumnus kursus diharapkan bisa ikut menumbuhkan kepedulian masyarakat.
\\\”Ini akan menumbuhkan kesadaran politik dan mereka peduli pada pelaksanaan pemilu, yang akhirnya berpartisipasi aktif dalam proses penyelenggaraan dan pengawasan pemilu,\\\” kata Hanafi. [wir]





