Surabaya (beritajatim.com) – Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) angkatan 86 mengadakan reuni di Raja Ampat tepatnya di Pulau Misol sejak 12 Desember lalu.
Kegiatan yang diadakan dengan niat menjaga silaturahim para Alumni FK Unair Angkatan 86 telah direncakan sejak 1,5 tahun yang lalu dan dilakukan selama 3 hari. Menurut Dr. Relly Y. Primawirawan ada 28 alumni FK angkatan 86 dan berangkat dari kediaman masing masing dengan poin center di Sorong.
\\\”Alhamdulillah perjalanan dimulai dari masing-masing tempat tinggal (mulai dari Jakarta, Solo, Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo) pada tanggal 12 Desember 2018 dengan satu tujuan ke Misol, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat dengan transit di Kabupaten Sorong terlebih dahulu. Dari Sorong perjalanan dilanjutkan dengan naik kapal feri umum selama 4 jam hingga tiba di Misol- Raja Ampat bagian selatan,\\\” ujar Dr Relly kepada beritajatim.com, Selasa (18/12/2018).
Seluruh alumni yang ikut pun tak henti berdecak kagum dan mengucapkan syukur dengan keindahan alam Raja Ampat. \\\”Selama di Misol, masha Allah Allahu akbar, sungguh luar biasa Allah Azza Wa Jalla menciptakan bumi Papua dengan segala keindahan alamnya baik di atas laut maupun di bawah laut. Selama 3 hari kami di sana, tidak henti-hentinya kami mengucap alhamdulillah, selalu bersyukur mempunyai kesempatan menikmati rahmat Allah dalam mentadabburt alam,\\\” ucap dr. Relly tak berhenti bersyukur.
Dalam perjalanan pulang naik Kapal Feri dari Misol menuju Sorong, ada salah seorang penumpang kapal yang akan melahirkan. Para alumni pun dengan senang hati membantu proses kelahiran penumpang tersebut.
\\\”Kapten kapal tau kalau kami rombongan dokter-dokter maka sebagian dari kami diminta membantu persalinan seorang ibu hamil yang ada di kapal tersebut,\\\” kenangnya.
Dengn sigap dr. Kandoeng Bowoleksono SpOG dan dr. Relly membantu proses persalinan tersebut. Dan kebetulan satu dari para alumni membawa sarung tangan steril yang tidak ditemukan secara tidak sengaja di dalam tas.
Bermodalkan sarung tangan steril, peralatan P3K sederhana yang ada di kapal dan tissue mereka berusaha membantu ibu yang melahirkan di kapal feri itu.
\\\”Alhamdulillah, tepat jam 11.46 tanggal 15 Desember waktu Papua lahirlah seorang bayi wanita yang cantik terlahir dari seorang ibu asli Raja Ampat Papua.
Penumpang hamil tersebut diketahui sebenarnya ingin kontrol ke SpOG di Sorong karena pada saat itu bidan desa sedang tidak ada di tempat. \\\”Jadilah sebelum sempat ketemu SpOG di Sorong, ternyata sudah ketemu SpOG Alumni FK Unair 86 (Ksatria Airlangga) di kapal feri,\\\” pungkasnya. [adg/but]





