Pasuruan (beritajatim.com) – Sudah bertahun-tahun, jalan rusak di Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, belum tersentuh perbaikan. Alhasil, warga sekitar maupun pedagang enggan melewati jalan yang berlubang tersebut.
Menurut Kepala Desa Galih, Eko mengatakan dengan rusaknya jalan di desanya membuat para pedagang rela berputar. Hal ini guna menghindari jalan yang tak rata biar barang yang dibawanya tak rusak.
Akibatnya para pedagang harus mengalami kerugian yang signifikan, untuk biaya transportasi. Selain pedagang warga sekitar selalu mengeluhkan jalan rusak yang tidak pernah dilakukan perbaikan.
“Panjang jalan yang rusak sekitar empat meter dan menjadi mobilitas lalu lalang warga. Kalau pedagang biasanya mutar, yang mulanya bisa di tempuh tujuh kilometer, bisa jadi 10 kilometer akibat memutar,” kata Eko.
Eko juga mengatakan bahwa setiap kali musrenbang dirinya selalu mengusulkan perbaikan jalan. Namun Pemkab Pasuruan sampai saat ini masih belum ada tindak lanjut terkait jalan rusak di desanya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Pemeliharaan Rutin Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Sidiq mengatakan bahwa jalan tersebut wewenang Pemkab. Namun kepala desa diimbau untuk membuat proposal yang berisi perbaikan jalan. “Untuk perbaikan jalan, Kepala Desa harus membuat proposalnya dulu kalau jalannya rusak parah. Jika pemeliharaan tidak teratasi, nanti akan masuk paket,” jelas Sidiq. (ada/kun)
BACA JUGA:






