Malang (beritajatim.com) – Fenomena percobaan bunuh diri marak terjadi di Kota Malang dalam beberapa waktu terakhir ini. Jembatan Soekarno-Hatta, menjadi perhatian bagi otoroitas terkait agar kasus ini tidak lagi terulang.
Pemerintah Kota Malang, Polresta Malang Kota Malang dan sejumlah pihak sepakat agar Jembatan Soehat diberi pagar pengaman pada sisi pembatas. Pemkot Malang sendiri telah mengajukan usulan ini ke Pemprov Jawa Timur agar jembatan ini segera diberi pembatas demi keamanan. “Sudah kami usulkan ke Pemprov Jatim. H plus 2 pasca kejadian (bunuh diri) sudah kami usulkan,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.
Sutiaji mengungkapkan, fenomena ini harus segera ditangani dengan baik. Laporan yang masuk padanya setidaknya ada 20 orang yang menjalani konsultasi psikologi melalui layanan yang dimiliki Pemkot Malang. Fenomena ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi seluruh stakeholder di Kota Malang. “Biasanya kalau ada yang melakukan tindakan ketidakbaikan banyak yang menyontoh,” imbuh Sutiaji.
Sutiaji mengatakan, bahwa Puskesmas yang ada di Kota Malang menyediakan layanan gratis untuk konseling. Bagi masyarakat yang memiliki rasa cemas berlebihan ataupun keluhan lainnya dianjurkan mendatangi Puskesmas terdekat.
“Kalau dari kota yang konsultasi sakit seperi stres kejiwaan itu sudah kami lakukan terus menerus. Masing-masing Puskesmas sudah bergerak, totalnya di masing-masing Puskesmas itu ada 20,” tandasnya. (luc/kun)
BACA JUGA:






