Surabaya (beritajatim.com) – Usaha Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo alias Cak Nanto yang terus mendorong percepatan reaktivasi jalur kereta api di Pulau Madura menuai banyak dukungan. Salah satunya dari mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Sunanto.
Cak Nanto menilai ikhtiar Achmad Fauzi merupakan hal penting yang harus terus didukung. Pasalnya, reaktivasi kereta dinilai Cak Nanto sebagai bagian dari upaya percepatan kesejahteraan masyarakat Madura.
“Apa yang dilakukan Pak Bupati Achmad Fauzi (terus menyuarakan reaktivasi kereta) penting dan harus didukung. Itu bagian dari upaya pengembangan dan percepatan kesejahteraan masyarakat Madura,” kata Cak Nanto saat menghadiri Halal Bi Halal Keluarga Madura Yogyakarta (KMY).
Menurut Cak Nanto, apa yang dilakukan Bupati Sumenep dengan menyuarakannya langsung kepada pemerintah pusat merupakan langkah berani dan luar biasa.
Cak Nanto optimistis apa yang dilakukan Achmad Fauzi bisa mengembalikan kejayaan Madura, seperti yang pernah terjadi di masa lampau. “Sangat luar biasa keberaniaan Pak Bupati Achmad Fauzi, berupaya mengembalikan kejayaan Madura seperti zaman dulu,” ungkap Cak Nanto.
Di sisi lain, Cak Nanto juga satu suara mengenai hadirnya kereta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura. Menurutnya, mobilitas masyarakat Madura saat ini sudah sangat cepat. Namun, opsi transportasi, terutama di darat, masih sangat terbatas.
BACA JUGA:
Kiai Muda Jatim Terjun Sosialisasikan Ganjar ke Madura
Mahfud MD Apresiasi Gagasan BASSRA untuk Pembangunan Madura
Karena itu, Cak Nanto menilai reaktivasi jalur kereta menjadi opsi paling memungkinkan untuk menambah moda transportasi darat.
“Dengan kereta, orang akan lebih banyak datang ke Madura. Perdagangan orang Madura juga akan meningkat. Sekarang (perniagaan) sudah di mana-mana, ekonomi juga mulai meningkat, maka kereta bisa mempercepat itu,” kata Cak Nanto.
Karenanya, Cak Nanto berharap Bupati Sumenep Achmad Fauzi terus menyuarakan percepatan reaktivasi. Menurutnya, ikhtiar tersebut tidak boleh dikalahkan oleh stigma yang melekat, kekhawatiran sarana kereta api tak bertahan lama.
“Stigma kadang menggagalkan upaya besar. Saya berharap Pak Bupati (Achmad Fauzi) tidak berhenti untuk menyadarkan masyarakat. Ini bagian dari usaha mengembalikan kejayaan Madura,” pungkas Cak Nanto. [tok/but]






