Blitar (beritajatim.com) – Stadion Supriyadi di Kota Blitar sempat menjadi alternatif untuk kandang Arema untuk mengarungi kompetisi liga 1 Stadion Supriyadi menjadi alternatif lain selain stadion Gajayana Kota Malang.
Ketua PSSI Kota Blitar, Yudi Meira mengatakan rencana tim Arema berkandang di Stadion Supriyadi muncul usai terjadi tragedi Kanjuruhan. Saat itu PSSI Pusat mencari stadion alternatif untuk menggelar kompetisi liga 1.
PSSI pun melirik Stadion Supriyadi dan Gajayana sebagai opsi yang mungkin digunakan kandang Arema, tentunya harus dilakukan renovasi.
“Kemarin ada kasus Kanjuruhan dan stadion Kanjuruhan juga akan dibangun PSSI mencari Stadion alternatif untuk liga 1 pertimbangannya ya stadion Gajayana dan Stadion Supriyadi Kota Blitar,” kata Yudi, Sabtu (03/05/23).
Menanggapi wacana tersebut, Dispora dan PSSI Kota Blitar pun berencana untuk menawarkan pengelolaan Stadion Supriyadi kepada pihak ketiga. Diharapkan dengan pengelolaan pihak ketiga ini pembenahan fasilitas di stadion Supriyadi bisa cepat terealisasi.
Yudi mengatakan bahwa sudah ada investor yang Berencana untuk masuk dan mengelola Stadion Supriyadi. Namun investor tersebut masih akan melakukan pengecekan baik di stadion Supriyadi maupun stadion Gajayana untuk mempertimbangkan biaya rehab yang paling ringan.
Baca Juga: Semua Pemain Arema FC Dituntut Kerja Keras
PSSI Kota Blitar mengklaim bahwa Stadion Supriyadi telah memenuhi standar untuk menggelar kompetisi liga 1 hanya saja ada beberapa item yang perlu dibenahi.
“Terus terang kalau kami mengandalkan api video untuk pembenahan Stadion belum bisa apalagi kemarin pas kapan demi kowe 19 makanya pengelolaan Stadion kami tawarkan kepada pihak ketiga di sisi lain kalau Stadion Supriyadi dipakai untuk liga 1 ekonomi masyarakat sekitar juga ikut meningkat,” tandasnya.
Sementara Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar juga membenarkan informasi tersebut. Sejauh ini sudah ada investor yang melirik pengelola stadion Supriyadi Kota Blitar.
Menurut Kepala Dispora Kota Blitar, M Aminurcholis mengatakan bahwa investor tersebut masih menimbang biaya paling sedikit untuk renovasi antara Stadion Gajayana dan Supriyadi Kota Blitar.
[berita-terkait number=”2″ tag=”blitar”]
Cholis menyebut bahwa Stadion Supriyadi Kota Blitar menang dari sisi kualitas rumput. Namun dari sisi tempat parkir dan tribun, Stadion Supriyadi masih kalah dibandingkan Stadion Gajayana Malang.
“Akhirnya investor memilih stadion Gajayana padahal inves tersebut berani membangun 12.000 single sip di stadion Supriyadi sekarang masih kami tawarkan lagi ke investor lainnya,” tandasnya.
Dua stadion baik Supriyadi maupun Gajayana masih menjadi opsi terdekat yang bisa dijadikan kandang bagi Arema. Arema Malang sendiri sudah resmi akan berkandang di Bali pada kompetisi liga 1 tahun 2023-2024 ini. (Owi/ted)






