Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah cobek ditemukan petugas bea cukai di dalam koper salah seorang jamaah haji asal Sidoarjo sesaat menjelang berangkat ke tanah suci.
Cobek tersebut ditemukan petugas dari koper kecil yang akan diteruh di kabin pesawat namun berhasil ditemukan petugas setelah koper kabin itu melewati mesin X-ray. Begitu diperiksa petugas memang ternyata ditemukan cobek tersebut.
Tak hanya cobek yang diamankan petugas sejumlah barang bawaan lainnya juga disita petugas. Diantaranya power bank yang disimpan di tas kabin senjata tajam seperti gunting dan silet, sampo dan sabun cair yang juga ditemukan didalam tas koper kecil yang akan ditaruh di kabin.
Ketua PPIH embarkasi Surabaya, Husnul Maram menyebutkan temuan barang=barang yang dilarang ini sebenarnya tidak masalah dibawa oleh jamaah haji. Namun para jamaah haji ini banyak yang salah meletakkan barang bawaan tersebut.
“Seperti misalnya cobek boleh dibawa namun di taruh di tas koper besar yang di bagasi, sedangkan power bank mestinya dibawa di tas kecil yang ditenteng atau dikalungkan jamaah haji,” kata Husnul Maram, Jumat (2/6/2023).
Baca Juga: Innalillahi, Lima Jemaah Haji Wafat dan 80 Orang Rawat Inap
Husnul Maram menghimbau agar jamaah haji menyimpan barang bawaan di tempat yang benar dan tikak keliru meletakannya agar tidak disita petugas.
Selain itu jamaah haji diminta untuk fokus menjalankan ibadah haji dengan membawa barang-barang yang diperlukan yang berkaitan dengan ibadah haji. Bukan barang bawaan yang tidak diperkenankan dibawa dan membahayakan dalam penerbangan. (ted)






