Mojokerto (beritajatim.com) – Memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar pagelaran ludruk Karya Budaya. Pentas ludruk Karya Budaya digelar di halaman SDN Purwotengah, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, Kamis (1/6/2023).
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, ludruk merupakan salah satu seni bagian dari warisan budaya Indonesia yang masih eksis di era digitalisasi. Ludruk tidak tergerus dan tergeser oleh perubahan peradaban dan transformasi zaman sehingga Pemkot Mojokerto menghadirkan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.
“Pemerintah Kota Mojokerto dengan bangga menyajikan pagelaran ludruk Karya Budaya untuk melestarikan warisan budaya. Kalau bukan kita bangsa Indonesia, siapa lagi yang akan mencintai budaya kita. Maka mari terus kita lestarikan warisan budaya dari leluhur kita,” ungkapnya.
Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), digelarnya ludruk tersebut juga seiring dengan salah satu prioritas pembangunan yang mengarahkan Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Dalam pagelaran ludruk, selain sebagai sebuah kesenian juga ada nilai-nilai yang terkandung dalam cerita yang disampaikan.
Baca Juga:
Kota Mojokerto Targetkan 15 Medali Emas di Porprov VIII Jatim
“Kita menampilkan salah satu dari warisan budaya negeri ini yaitu ludruk untuk bisa dinikmati oleh masyarakat. Karena di dalam kesenian ludruk Ini mengandung banyak sekali nilai-nilai luhur, tentu kita harus mencoba untuk memahami bersama-sama apa nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam seni ludruk tersebut,” ujarnya.
Tak hanya menjadi sebuah sarana untuk melestarikan budaya sekaligus menjadi hiburan bagi warga, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto menambahkan, pagelaran ludruk juga diharapkan dapat enjadi pengungkit ekonomi. Dalam pagelaran ludruk Karya Budaya tersebut menyajikan lakon Putri Piningit dan bintang tamu Cak Kirun cs.
Baca juga:
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Mojokerto Ajak Seluruh Masyarakat untuk Bergotong-royong
“Alhamdulillah dengan adanya acara seperti ini saya ada tempat untuk jualan. Biasanya pusing mau jual kemana karena saya jualannya keliling. Kalau ada acara hasil penjualan juga bertambah yang biasanya hanya dapat Rp200 ribuan kalau ada event bisa mencapai Rp350 ribu,” kata salah warga Suratan, Sutiyani. [tin]






