Bojonegoro (beritajatim.com) – Ada tiga hal penyebab seringnya terjadi kebakaran di Kabupaten Bojonegoro. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) setempat mencatat, tiga hal itu yang mendominasi peristiwa kebakaran yang ditangani.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro Ahmad Gunawan mengatakan, tiga hal itu yakni aktifitas pembakaran, kegagalan kelistrikan, dan aktifitas dapur. Lima bulan terakhir di 2023 ada 46 peristiwa kebakaran yang didominasi penyebabnya tiga hal tersebut.
Dari jumlah tersebut, lebih rinci kebakaran yang disebabkan karena aktifitas pembakaran terjadi paling banyak. Aktifitas pembakaran ini ada 17 kasus. Kemudian kegagalan listrik 14 kasus, dan disusul aktifitas dapur sebanyak 13 kasus. Sedangkan dua kasus kebakaran lain masih dalam proses penyelidikan. “Aktifitas pembakaran ini seperti pembakaran sampah, lilin, bediang, maupun obat nyamuk bakar,” ujarnya, Rabu (31/05/2023).
Sedangkan untuk aktifitas dapur, sebagian besar karena faktor kelalaian karena tidak mematikan kompor, kebocoran elpiji, dan jaringan gas rumah tangga. Serta kegagalan kelistrikan ini karena konsleting instalasi kelistrikan yang menyebabkan kebakaran. “Kami tidak henti-hentinya mengingatkan agar lebih waspada, terutama tidak melakukan pembakaran yang bisa berdampak kebakaran,” imbuhnya.
BACA JUGA:
46 Kali Kasus Kebakaran Terjadi di Bojonegoro dalam 5 Bulan Terakhir
Sementara diketahui, kasus kebakaran terakhir terjadi di Desa Guyangan RT 04 RW 01 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, kemarin pagi. Kebakaran diduga akibat pembakaran sampah duan bambu kering di pekarangan yang menjalar ke kursi bekas dan sudah membakar tembok rumah.
Beruntung, api segera dipadamkan sehingga tidak menyebabkan korban jiwa. Selain itu, petugas juga berhasil menyelamatkan aset korban, Zaenal Arifin berupa kandang ayam dan bangunan rumah permanen berukuran 15,5 x 9 meter beserta isinya. [lus/kun]






