Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah meninggalnya ketujuh warga Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, dua orang korban yang juga saksi mendatangi kantor DPRD. Kedua orang tersebut yakni Azis dan Heri Purnomo alias boy yang baru saja keluar dari rumah sakit.
Kedatangannya ini guna meminta bantuan kepada ketua DPRD Kabupaten Sudiono Fauzan. Bantuan yang dimaksud yakni agar ketua DPRD bisa membantu mengusut kejadian ini.
“Harapannya ya untuk bisa memberantas penjualan minuman keras di Bangil. Apalagi Pasuruan identik dengan sebutan Kota Santri, tapi kenapa penjualan minuman keras masih saja beredar,” kata Muslim salah satu pendamping korban, Jumat (26/5/2023).
Muslim juga mengatakan bahwa proses penyelidikan dari pihak kepolisian terbilang lambat. Pasalnya sampai saat ini pihak Polres Pasuruan masih belum menetapkan tersangka.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan saat didatangi kedua korban merasa prihatin. Dion sapaan akrabnya juga mengatakan agar kasus ini diselidiki oleh Polres Pasuruan sampai tuntas.
“Mirasnya ini harus diselidiki apa oplosan atau bagaimana? Pihak kepolisian juga harus menindak adanya penjualan. miras yang gak jelas. Baik kualitas maupun izinnya,” kata Dion.
https://beritajatim.com/peristiwa/loncat-sungai-gaya-berputar-bocah-pandaan-meninggal/
Dion juga mengatakan bahwa dengan minuman keras ini merupakan awal mula kekerasan. Sehingga diharap untuk anak muda di wilayah Kabupaten Pasuruan khususnya tak terpengaruh lingkungan sekitar yang melakukan hal negatif.
Dihubungi terpisah, Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa dua orang saksi. Selanjutnya Polres Pasuruan akan meminta Polda Jatim untuk melakukan otopsi jenazah.
“Kami meminta Polda untuk meminta otopsi jenazah, ini untuk mengetahui kepastian kematian jenazah. Kita juga sudah melakukan cek kandungan yang ada didalam botol minuman yang diamankan,” kata Bayu.
Bayu mengakui bahwa pihaknya telah terlambat dalam melakukan pemeriksaan. Namun dirinya memastikan akan ada tersangka dalam kasus meninggalnya 7 orang warga Bangil ini. (ada/ted)






