Jombang (beritajatim.com) – Untuk kesekian kalinya, komplotan pesilat di Jombang membuat onar. Mereka bentrok dengan warga yang ada di utara Sungai Brantas Jombang. Akibat kejadian tersebut kendaraan milik warga dan mobil dinas milik polisi rusak, Kamis (25/5/2023) dini hari.
Beruntung para pelaku berhasil diamankan. Dengan bertelanjang dada mereka digiring ke Polsek Ploso, lalu dibawa ke Polres Jombang. Sejak pagi, para anggota perguruan silat ini dijemur di lapangan.
Kericuhan ini berawal ketika komplotan pesilat ini melakukan konvai. Jumlahnya sekitar 100 orang. Mereka melakukan konvoi dari kawasan Jetis Kabupaten Mojokerto. Para pesilat melintasi Kecamatan Ngsuikan, Kudu, Kabuh, serta Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang.
BACA JUGA:
Komplotan Pesilat di Jombang Bacok Korban, 1 Ditangkap 3 Buron
Tentu saja aksi ini memantik emosi warga. Terjadilah aksi lempar batu. Para pesilat yang tidak terima langsung mengejar. “Ada motor milik warga yang dirusak. Juga mobil milik polisi,” ujar Sukirno (45), warga Kecamatan Ploso.
Kericuhan terjadi mulai pukul 00.00 sampai pukul 02.00. Sedikitnya ada dua lokasi. Yakni di Dusun Cuwalang dan Dusun Plumpang Kulon. Di lokasi pertama, bentrokan itu pecah di depan salah satu pabrik wafer kawasan setempat.

Sedangkan di lokasi kedua, massa yang beringas itu membakar sepeda motor milik pengguna jalan yang lewat. Malam itu kawasan utara Sungai Brantas benar-benar mencekam. Namun beruntung, korps berseragam coklat mendatangi lokasi guna mengamankan situasi.
Para pesilat ini digelandang ke kantor Polsek Ploso. Mereka berjalan kaki sembari mendorong sepeda. Tanpa mengenakan baju. Menjelang pagi, puluhan pesilat ini dipindahkan ke Polres Jombang. Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto membenarkan adanya peristiwa itu. “Kasusnya sedang kami tangani,” katanya singkat. [suf]






