Jombang (beritajatim.com) – Pelantikan pengurus PCNU (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) Jombang oleh PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Sabtu (20/5/2023), mendapat reaksi keras dari pengasuh PPMM (Pondok Pesantren Mambaul Maarif) Denanyar Jombang KH Abdus Salam Sohib atau Gus Salam.
Gus Salam mendesak agar PBNU mencabut SK pengurus PCNU Jombang masa khidmat 2023-2024. Menurut Gus Salam, pelantikan tersebut menabrak aturan, sehingga tidak sah. Penyataan Wakil Ketua PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jatim itu dilontarkan berselang tiga jam setelah pelantikan.
Pelantikan yang bertempat di Kantor PCNU Jombang Jl Raya Mojoagung itu selesai sekitar pukul 13.00 WIB. Sedangkan Gus Salam menggelar konferensi pers sekitar pukul 16.00 WIB di ruang pengasuh pesantren Denanyar.
Gus Salam merupakan cucu dari KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri NU yang juga pendiri pesantren Denanyar. “Keputusan PBNU tersebut telah menyalahi AD/ART dan juga Peraturan Perkumpulan (Perkum). Makanya harus dicabut, karena tidak sah,” ujar Gus Salam.
BACA JUGA:
PCNU Jombang Dilantik, Cucu Mbah Hasyim Jabat Ketua
Dalam konferensi pers tersebut Gus Salam tidak sendiri. Dia didampingi Katib Syuriah PCNU Jombang periode 2017-2022 Ahmad Syamsul Rijal. Kemudian ada juga pengurus MWC NU Kecamatan Mojoagung, serta sejumlah pengurus ranting.
“Yang hadir di sini adalah kepengurusan PCNU Jombang periode 2017-2022. Selanjutnya, mereka juga diajukan ke PBNU untuk kepengurusan lima tahun selanjutnya. Namun sampai saat ini SK mereka tidak turun,” kata Gus Salam.
Gus Salam menambahkan, proses Konfercab PCNU Jombang pada 18 Juli 2022 telah diskors oleh PBNU. Saat itu PBNU yang menjadi pimpinan sidang langsung. Namun seiring laju waktu skorsing tersebut tidak pernah dicabut.
“Kita hampir satu tahun menunggu pencabutan skorsing untuk melakukan Konfercab (Konferensi cabang). Tapi yang kita dapatkan adalah proses pelantikan hasil penunjukan yang dilakukan hari ini,” ungkap Gus Salam.

Gus Salam berpandangan, pemilihan ketua PCNU merupakan kedaulatan dari pengurus MWC NU dan pengurus Ranting. Namun, hal itu tidak dilakukan PBNU dan malah menunjuk langsung pengurus PCNU Jombang.
“Kepengurusan PCNU yang definitif kedaulatan dari MWC NU dan Ranting. Sayangnya, itu tidak dilakukan (PBNU). PBNU seperti merampas haknya MWC dan ranting dalam proses pemilihan struktur PCNU Jombang,” tambahnya.
Gus Salam menambahkan, menurut peraturan yang berlaku, kemungkinan penunjukan pengurus definitif itu dilakukan setelah berakhirnya perpanjangan karetaker yang kedua. Padahal, perpanjangan karetaker yang kedua ini berakhir 27 Juni 2023. ‘Sekarang masih 20 Mei. Jadi masa perpanjangan belum selesai,” tandasnya.
Apa langkah konkret yang akan dilakukan? Gus Salam mengatakan, pihaknya akan mengirim somasi ke PBNU. Tuntutannya, pertama minta PBNU mencabut SK pengurus PCNU Jombang definitif periode 2023-2024. Karena PCNU tersebut hasil penunjukan PBNU.
“Kami juga meminta PBNU mencabut skorsing dan melanjutkan kembali Konfercab. Jika itu tidak direspon, maka kami akan melakukan langkah hukum yang dibenarkan dalam aturan negara. Senin lusa kita kirim somasi tersebut. Saat ini narasinya sedang kita susun,” ujarnya.
BACA JUGA:
Seperti Iklan Minuman, Siapapun Capresnya, Cawapres dari NU
Sebelumnya, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bahwa pelantikan PCNU Jombang berdasarkan aturan yang ada, yakni Peraturan PBNU 02/XII/2022 tentang pedoman pelaksanaan karateker kepengurusan NU.
“Ini sebuah proses. Orang boleh setuju atau tidak setuju. Tapi keputusan sudah diambil dengan pertimbangan yang panjang. Kita juga mendengarkan penpadat para ulama dan kiai. Kita diskusi dengan Gus Kikin (KH Abdul Hakim Mahfudz, Tebuireng), juga diskusi dengan banyak kiai yang lain, termasuk juga dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Seperti diberitakan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi melantik pengurus baru PCNU Jombang hasil penunjukkan untuk masa khidmat 2023-2024. KH Fahmi Amrullah Hadzik atau Gus Fahmi didapuk sebagai ketua tanfidziyah. Gus Fahmi merupakan cucu dari Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari, pendiri NU.
BACA JUGA:
Kiai Sepuh Jombang KH Abdul Nashir Fattah Tutup Usia
Pembaiatan dan pelantikan dipimpin langsung Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori setelah sebelumnya Sekjen PBNU Saifullah Yusuf membacakan SK pelantikan. Pelantikan tersebut berlangsung di kantor PCNU jalan raya Mojoagung, Jombang, Sabtu (20/5/2023).
Turut hadir memberikan arahan dan taujihat pelantikan yakni Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar dan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Sedangkan doa dibacakan oleh pengasuh PPRTQ (Pondok Pesantren Roudhatul Tahfidzil Quran) Perak Jombang. [suf/ted]






