Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku kaget mengetahui pengerjaan balai RW yang kondisinya sudah tidak layak tidak segera dilaksanakan. Padahal, Eri sudah perintahkan sejak Februari 2023.
Hal itu disampaikan Eri Cahyadi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di balai RW secara acak, Selasa (9/5/2023). Sidak kali ini bertujuan untuk memastikan pelayanan warga berjalan maksimal dan melihat sejauh mana proses pembenahan balai RW.
Tujuan Eri kali ini balai RW 10, Kelurahan Pacar Keling dan balai RW XI Wonokusumo Bakti Timur 14, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir. “Aku kaget, ternyata belum dikerjakan sama sekali, padahal sudah diperintahkan sejak februari,” kata Eri Cahyadi.
BACA JUGA:
Eri Cahyadi Akan Upayakan Persebaya Main di Stadion GBT
Eri Cahyadi ingin pengerjaan balai RW yang kondisinya sudah tidak layak untuk segera dikerjakan dan dilakukan perbaikan. Dirinya ingin semua perbaikan balai di Surabaya bisa selesai pada akhir Mei 2023.
“Saya sudah perintahkan semuanya, balai RW itu dikerjakan dan diperbaiki. Baik itu yang berdiri di tanah pemkot maupun bukan, kalau itu berdiri di tanah pemkot bisa masuk ke dana belanja modal, kalau bukan tanah pemkot, masuk ke dana belanja barang dan jasa,” katanya.
Disisi lain, Eri Cahyadi meminta lurah untuk memaksimalkan balai RW untuk rembuk bersama dan melayani warga. “Kalau bisa itu lungguh bareng (duduk bersama), ngopi sama Pak RT dan Pak RW, rembuk bersama bahas kemiskinan ini biar turun menjadi berapa, stuntingnya berapa. Jadi menurunkan kemiskinan itu nanti gimana, menurunkan stunting gimana,” ujar Eri.
BACA JUGA:
Soal GBT, Wali Kota Surabaya: Penyulaman Rumput Belum Selesai
Menurutnya tugas petugas pendamping RW bukanya bertugas mendata administrasi kependudukan (adminduk) saja. Akan tetapi, pendamping kelurahan di balai RW juga harus bisa berdiskusi bersama warga, kemudian menargetkan penurunan kemiskinan, stunting, gizi buruk di wilayahnya.
“Saya inginnya penanggung jawab di balai RW ini itu, bukan hanya duduk ngurusi adminduk kemudian pulang. Makannya saya kan sudah bilang, pegawai negeri nggak usah di kantor, kalau bisa turun di balai RW, jangan hanya adminduknya saja yang berjalan tapi yang lainnya juga,” tegas Eri.
Eri berharap, bukan hanya pegawai negeri yang bertugas di kelurahan saja yang turun di balai RW, akan tetapi juga petugas puskesmas, dinas, dan sebagainya. “Orang dispendukcapil harus ada, puskesmas ada, dari dinkes juga harus ada di kelurahan ini. Maka dari itu harus turun bukan hanya di kantor,” katanya. [asg/suf]






