Surabaya (beritajatim.com) – Tanpa bermaksud menafikan daerah pemilihan (Dapil) tingkat provinsi lainnya di Indonesia, enam provinsi di Pulau Jawa: Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, dan Jatim, punya nilai politik strategis yang tinggi. Terutama dalam perspektif demografi politik, wabil khusus tiga provinsi di Pulau Jawa: Jabar, Jateng, dan Jatim.
Berdasar data yang ada, di Pilpres 2024 mendatang, jumlah pemilih di Jabar diperkirakan mencapai 35,8 juta suara, Jateng dengan 28,5 juta suara, dan Jatim dengan 31,5 juta suara. Gabungan pemilih di ketiga provinsi besar di Pulau Jawa itu mencapai 90 juta suara lebih.
Kalau digabungkan dengan jumlah pemilih di Provinsi yang diperkirakan sebanyak 8,1 juta suara, DKI Jakarta dengan 7,9 juta suara, dan DI Yogyakarta dengan 2,8 juta suara, maka jumlah pemilih di Pulau Jawa pada Pilpres 2024 mendatang diperkirakan sekitar 119 juta sampai 120 juta pemilih.
Satu angka yang sangat besar. Karena itu, sangat rasional para bakal calon presiden (Capres) nyaris setiap akhir pekan menggelar aktifitas menyapa masyarakat dan membangun komunikasi politik dengan massa akar rumput di Pulau Jawa.
Termasuk pada akhir minggu ini, bakal capres Ganjar Pranowo (PDIP) akan menggelar kegiatan di Kota Surabaya dan Kabupaten Jember. Anies Rasyid Baswedan (Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS) memiliki sejumlah agenda kegiatan di Kabupaten Jember.
Baca Juga:
Mencarikan Pasangan untuk Prabowo di Pilpres 2024
Ganjar dan Anies adalah dua figur alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang akan bertarung di kontestasi Pilpres 2024. Keduanya menjabat gubernur. Ganjar masih duduk sebagai Gubernur Jateng, sedang Anies sejak Oktober 2022 telah melepaskan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Dua nama gubernur lainnya di Pulau Jawa, yakni Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa disebut-sebut memiliki kans besar masuk bursa Pilpres 2024. Sejumlah lembaga survei kredibel menempatkan Ridwan Kamil dan Khofifah sebagai tokoh politik berpeluang digandeng sebagai bakal calon wakil presiden (Cawapres).
Pilpres 2024 ditandai banyak fenomena politik baru. Satu di antara fenomena politik tersebut adalah peluang mobilitas vertikal politik sejumlah gubernur di Pulau Jawa terbuka lebar. Nama Anies, Ganjar, Ridwan Kamil, dan Khofifah selalu muncul di survei capres dan cawapres.
Realitas politik obyektif menunjukkan makin intensnya komunikasi politik yang dilakukan sejumlah ketua umum dan tokoh politik untuk ‘merayu’ mereka agar mau digandeng terjun di Pilpres 2024.
Baca Juga:
Survei Lanskap Pilpres: Prabowo Banyak Dipilih Masyarakat Jatim
Jabatan gubernur dalam bahasa teori politik adalah figur representasi wilayah tertentu. Ketika volume demografi politik satu wilayah itu besar, otomatis bobot politiknya makin tinggi.
Tak mengherankan sekiranya para gubernur di Indonesia dengan volume demografi politik tinggi, seperti Gubernur Jabar, Jatim, Jateng, dan DKI Jakarta, mereka menjadi bahan sorotan dan berpeluang tampil di aras politik lebih tinggi (baca: Nasional). [air]






