Bojonegoro (beritajatim.com) – Anggota Komite Eksekutif Exco PSSI, Eko Setyawan mengkhawatirkan putusnya generasi sepak bola di Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, dua tahun terakhir kompetisi sepak bola usia dini sudah tidak terselenggara.
“Macetnya kompetisi sepak bola usia dini di Bojonegoro dikhawatirkan akan terputus generasi generasi pesepak bola profesional,” ujarnya saat bertandang ke kampung halamannya di Bojonegoro, Selasa (02/05/2023).
Untuk itu, ia berharap anggota PSSI Asprov dan Askot serta Askab untuk membangkitkan kembali kompetisi liga usia muda. Pentingnya kompetisi tersebut untuk memberikan jam terbang dan pengalaman menuju liga amatir dan liga profesional bahkan Tim Nasional Indonesia.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/ketum-pssi-erick-thohir-tunjuk-ernst-young/
“Aturannya anggota pssi asprov dan askot serta askab berkewajiban untuk menyelenggarakan liga anak grassroot berjenjang untuk memberikan wadah pembinaan,” jelasnya.
Pria asal Kecamatan Kalitidu itu menambahkan, wadah kompetensi bagi usia dini, juga menjadi wadah dalam mencari regenerasi pemain handal dalam dunia sepak bola. Selain itu, pihaknya juga berharap agar pemerintah daerah memberikan fasilitas lapangan sepak bola sebagai penunjang pembinaan usia dini.
“Pemerintah daerah bisa membangunan lapangan sepak bola yang standar di setiap kecamatan. Apalagi saat ini sudah ada Inpres no 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional yang di dalamnya salah satunya bupati walikota dapat melakukan pembangunan untuk fasilitas latihan anak-anak usia dini dalam rangka program tersebut,” pungkasnya. [lus/kun]






