Mojokerto (beritajatim.com) – Jalur wisata Pacet-Trawas di Kabupaten Mojokerto akan diterapkan rekayasa lalu-lintas One Way saat Idul Fitri 2023. Rekayasa lalu-lintas tersebut guna mengantisipasi penumpukan kendaraan saat libur Lebaran 2023 terutama di jalur rawan bencana longsor.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono mengatakan, pemetaan jalur mudik termasuk jalur wisata di wilayah Kabupaten Mojokerto sudah dilakukan. Hasilnya banyak ditemukan di jalur wisata membahayakan akibat dampak longsor.
“Kondisi jalur wisata kita banyak ditemukan jalan yang membahayakan karena akibat longsor, potensi rawan kemacetan dan kecelakaan terutama di jalur ke arah Padusan, Pacet mengarah ke Trawas. Ada satu titik jalur menuju wisata Padusan Pacet kondisinya rusak,” ungkapnya, Senin (17/4/2023).
Masih kata Rachmat, ada satu titik jalur menuju wisata Padusan Pacet kondisinya rusak karena terdampak longsor sehingga hanya menyisakan sekitar dua meter. Sedangkan jalur Pacet-Cangar kurang lebih ada lima titik jalan terdampak longsor yang membahayakan pengguna jalan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memperbaiki sarana jalan yang rusak terdampak longsor yakni melakukan perbaikan sementara berupa TPT (Tembok Penahan Tanah) dan pemasangan tanda atau garis pembatas agar pengguna jalan ekstra hati-hati saat melintas di jalur tersebut,” katanya.
Rachmat menjelaskan, jika kondisi dari atas jalan masih utuh tapi di bagian bawah tergerus sehingga harus dilakukan penanganan sementara. Pihaknya sudah memperbaiki pagar pembatas atau Guardrail yang terkena longsor di Pacet-Trawas untuk keselamatan pengendara.
“Kalau jalur Pacet dan Trawas itu padat sehingga tidak memungkinkan kita akan melakukan rekayasa lalulintas kita bisa buat satu arah (One Way) sesuai kondisi di lapangan, namun kalau cuaca hujan risiko longsor kita tutup jalur sementara. Kita sudah siap sarana dan prasarana dan personel, ada tim urai yang membantu masyarakat jika terjadi kepadatan kendaraan di kawasan wisata,” jelasnya.
https://beritajatim.com/peristiwa/jalur-penyelamat-gotean-pacet-mojokerto-ditambah-sekam/
Rekayasa lalu-lintas merupakan wewenang dari Kepolisian namun, tegas Rachmat, atas pertimbangan dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui DPRKP2 Kabupaten Mojokerto. Prioritas rekayasa lalu-lintas ini akan diterapkan di jalur rawan kemacetan dan kecelakaan dari arah Pacet ke Trawas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin menambahkan, pihaknya telah melakukan penanganan sementara di sejumlah jalan terdampak longsor Pacet-Trawas. “Kita sudah pasang pengaman di titik titik rawan longsor di ruas Trawas-Pacet dan Pacet-Padusan,” terangnya.
Sedangkan perbaikan permanen penahan jalan TPT di Pacet- Padusan maupu di jalur Pacet-Trawas kini, tegasnya masih dalam tahap lelang. Rizal menambahkan, jika pada bulan Mei mendatang akan dibangun secara permanen. [tin/but]
![Lebaran, One Way Jalur Wisata Pacet-Trawas di Mojokerto Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat pengecekan jalur wisata. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230417-WA0008_6ywpKUKU8a-1-1024x684.jpeg)





