Jember (beritajatim.com) – Gempa bumi yang terasa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (14/4/2023) sore, membuat sebagian warga panik. Salah satunya David Handoko Seto, legislator Partai Nasional Demokrat, yang tengah berada di lantai ketiga gedung DPRD Jember.
“Getarannya cukup terasa. Saya kebetulan di sekretariat DPRD sedang merevisi naskah rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati 2023. Karena kaki saya sensitif dan terbiasa dengan gempa, saya langsung masuk ke kolong meja komputer,” kata David.
David bersyukur tidak terjadi kerusakan akibat gempa beberapa detik itu. “Kami berharap masyarakat Jember tidak panik dan selalu waspada. Kalau kita berada di posisi lantai atas gedung, tidak perlu mencari pintu keluar. Cukup bersembunyi di bawah meja, karena rawan kalau berjubel di pintu keluar,” katanya.
David berharap Pemerintah Kabupaten Jember meningkatkan kewaspadaan, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah. “Jangan pernah lemah dan selalu antisipatif,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim tidak merasakan gempa apapun. “Saya dalam perjalanan dari Surabaya ke Jember, setelah menghadiri undangan pengurus Gerindra Jatim untuk menerima arahan dan usulan calon legislator,” katanya.
Halim tahu ada gempa dari grup-grup WhatsApp dan status di media sosial. Gempa itu berkekuatan magnitudo (M) 6,5 mengguncang perairan Tuban, Jawa Timur sekitar pukul 16.55 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 632 km. BMKG melaporkan gempa di titik koordinat lok:6.27 LS, 111.93BT (70 Km Barat Laut Tuban-Jatim).
“Kita harus waspada, mengingat banyak potensi bencana yang mengancam, terutama di daerah pesisir. Posisi Indonesia dilintasi lempengan bumi. Kami berharap pemerintah daerah melakukan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan bencana. Kita berdoa Jember dan Indonesia dijauhkan dari musibah,” katanya. [wir]






