Lamongan (beritajatim.com) – Guna menjaga kondusifitas di wilayah Lamongan, Polres Lamongan menggelar kegiatan Cangkrukan TNI-POLRI bersama IPSI dan Ketua Perguruan Silat Se-Kabupaten Lamongan, di Resto Laras Liris Lamongan.
Selain menjaga kondusifitas, kegiatan itu juga dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi agar setiap acara yang diselenggarakan di wilayah hukum Kabupaten Lamongan bisa berjalan positif dan aman.
Turut hadir dalam cangkrukan ini di antaranya Kapolres Lamongan, AKBP Yakhob Silvana Delareskha, Dandim 0812 Lamongan Letkol Kav Endi Siswanto Yusuf, para Perwira Polri dan TNI, IPSI Lamongan, Bakesbangpol serta seluruh Ketua Cabang Silat Se-Kabupaten Lamongan.
“Dalam kegiatan ini, seluruh Ketua Perguruan Silat Se-Kabupaten Lamongan dikumpulkan tanpa terkecuali, untuk berembuk dan sharing bersama,” ujar Kapolres Lamongan, AKBP Yakhob Silvana Delareskha, ditulis Jumat (7/4/2023).

Selain itu, Yakhob juga mengajak kepada seluruh warga perguruan silat agar bersama-sama menjaga Kamtibmas di wilayah Lamongan. Pihaknya bahkan mengimbau, agar semua pihak legowo alias berlapang dada dan tidak perlu tersulut emosi hanya karena hal sepele, utamanya masalah pribadi yang dikaitkan dengan perguruan silat.
“Mari bersama sama bersinergi untuk berkomitmen menjaga Lamongan, untuk para senior juga silakan dibina adik-adiknya dengan baik dan diberi pengertian serta penjelasan bahwa menjadi anggota perguruan silat yang dicari adalah manfaatnya, bukan mudharatnya,” imbaunya.
https://beritajatim.com/peristiwa/kasus-pembacokan-libatkan-perguruan-silat-lamongan-diungkap/
Hal senada juga diungkapkan Dandim 0812 Lamongan, Letkol Kav Endi. Pihaknya mewanti-wanti agar hal-hal sepele tidak memicu keributan hingga mengakibatkan peristiwa yang bisa membahayakan masyarakat dan menelan korban jiwa.
“Kita tahu bahwa akhir-akhir ini telah terjadi gesekan yang sering dilakukan oleh oknum perguruan silat, yang menjadi pertanyaan kita kenapa hal itu bisa terjadi, padahal perguruan silat adalah satu wadah dalam Ikatan Perguruan Silat Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Harian IPSI Kabupaten Lamongan Sujarno menuturkan bahwa selama ini IPSI sudah bekerja maksimal. Terkait hal yang mendasari terjadinya kerusuhan, Sujarno mengaku, kerap diawali dari masalah pribadi atau individu yang kemudian merembet ke perguruan.
“Kami sering mengadakan pertemuan rutin dan membentuk pengurus IPSI tingkat Kecamatan. Kami juga sering melaksanakan kegiatan sosial seperti donor darah. Kami mohon bimbingan dan petunjuk semuanya demi terwujudnya Lamongan yang aman dan kondusif,” pungkasnya.[riq/ted]






