Gresik (beritajatim.com) – Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik tahun ini bakal membangun 17 ruas jalan dengan betonisasi. Langkah ini diambil karena masih banyak rusak akibat diterjang banjir saat musim hujan.
Sebelumnya, pemerintah daerah setempat sudah melakukan betonisasi di sejumlah jalan. Misalnya di Jalan KH Syafi’i, Jalan Harun Tohir, hingga Jalan RE. Martadinata. Adapun 17 ruas jalan yang akan dibeton itu tersebar di enam kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Kedamean, Benjeng, Driyorejo, Menganti, Balongpanggang, dan Cerme.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik Eddy Pancoro mengatakan, rencana pembangunan 17 jalan beton itu sudah masuk dalam APBD 2023 ini.
“Saat ini progresnya baru masuk ke tahap lelang. Ini sudah masuk ke unit layanan pengadaan. Beberapa sudah ada yang tayang di LPSE,” katanya, Jumat (7/04/2023).
Untuk membangun jalan beton di 17 ruas jalan itu, Pemkab Gresik menyiapkan anggaran sebesar Rp 67 miliar. Tahun 2023 ini Pemkab Gresik fokus memperbaiki infrastruktur, untuk memperbaiki jalan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 300 miliar. Besaran anggaran itu untuk melakukan peningkatan 36 ruas, rekonstruksi 4 ruas, rehab dan pemeliharaan ada 10 ruas.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/di-gresik-ada-jalan-di-atas-sungai-namanya-kali-tutup/
Eddy menambahkan, anggaran ratusan miliar rupiah yang digelontorkan itu akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sehingga, dari 500 kilometer jalan di Gresik bisa layak dilalui kendaraan.
“Jumlah jalan dengan kondisi baik harus meningkat. Sebab, setiap tahun ini akan menjadi prioritas mengingat jalan sangat penting untuk peningkatan ekonomi,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menyampaikan apabila program di tahun 2023 ini memang difokuskan untuk memperbaiki infrastruktur. Dirinya menyebut, banyak tahapan proyek yang mulai berprogres.
“Saya berharap di bulan Juni 2023 nanti pekerjaan sudah bisa dimulai, sehingga akhir tahun sudah selesai semua,” tandasnya. [dny/but]






