Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak empat warga Sumenep teridentifikasi menjadi korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang Koja, Jakarta Utara. Jumlah tersebut bertambah, setelah sebelumnya pemerintah kabupaten setempat merilis ada 3 warga Sumenep yang menjadi korban
Kepala Dinas Sosial P3A Sumenep, Achmad Dzulkarnain mengatakan, pihaknya baru mendapat kabar bahwa ada satu lagi korban kebakaran Plumpang yang tercatat sebagai warga Sumenep. “Jadi total ada 4 warga Sumenep yang menjadi korban,” katanya, Minggu (26/3/2023).
Keempat korban tersebut masing-masing Dayu Nurmawati (39) dan Harditu (20), ibu dan anak, warga Desa Saroka, Kecamatan Saronggi. Kemudian Husnol Khotima (29) dan Ya’kub (37), keduanya suami istri, warga Desa Gedugan, Kecamatan Gili Genting.
BACA JUGA:
Bupati Sumenep Siap Biayai Sekolah 2 Anak Korban Kebakaran Depo Plumpang
“Yang baru teridentifikasi ini Ya’kub, warga Pulau Gili Genting. Jenazah dalam perjalanan dari Jakarta menuju rumah duka. Rencananya, jenazah akan dikebumikan di Gili Genting,” terangnya.
Ia menjelaskan, untuk korban keempat ini juga akan mendapatkan santunan dari pemerintah daerah, seperti tiga korban lainnya. “Kami akan menyerahkan santunan kepada ahli waris korban Ya’kub. Kami juga membantu pendidikan anak-anak korban,” ujarnya.
BACA JUGA:
Kebakaran Plumpang, 297 Warga Masih Mengungsi
Keempat korban meninggal dalam kebakaran Plumpang tersebut semuanya bekerja menjaga toko kelontong di Jakarta. Letak tokonya tidak jauh dari lokasi kebakaran. Untuk korban Ya’kub sempat dirawat di rumah sakit di Jakarta sejak peristiwa kebakaran itu. Namun ternyata nyawanya tidak tertolong. Ia pun meninggal, menyusul sang istri, Husnul Khotimah yang lebih dahulu berpulang akibat kebakaran itu. [tem/suf]






