Bojonegoro (beritajatim.com) – Operator proyek pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Subholding Upstream Pertamina menyiapkan perencanaan menuju fase operasi.
Pembahasan perencanaan itu dikemas dengan rangkaian kegiatan Management Walkthrough (MWT) ke lapangan JTB di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (16/03/2023).
Komisaris Utama PEPC Taufan Hunneman dalam sambutannya mengungkapkan, perusahaan memandang penting capaian terbaik pada proyek gas JTB dengan tetap memegang prinsip compliance serta mengutamakan keselamatan.
Menurut Taufan, kegiatan tersebut dilakukan agar dapat menampung masukan yang berguna bagi masa depan proses operasi berikutnya. Terlebih, melalui dialog tersebut akan meningkatkan soliditas tim dalam menghadapi tantangan yang akan dihadapi. “Dalam forum seperti dialog hari ini, akan muncul pemikiran-pemikiran yang cukup inovatif dan kreatif yang saling mendukung untuk kemajuan bersama,” urainya.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/berita-migas/wapres-dukung-pencapaian-di-jtb-dan-mda-mbh-minta-perizinan-dipercepat/
Sementara itu, Sr. Manager Project GPF & PL Eki Primudi mewakili tuan rumah menyampaikan terima kasih kepada jajaran Board of Commisaris (BOC) serta jajaran manajemen yang telah memberikan arahan serta dukungan kepada tim di lapangan. “Dukungan seperti ini tentunya akan meningkatkan semangat seluruh tim untuk mencapai hasil terbaik,” ungkapnya.
MWT pertama di tahun 2023 ini, Komisaris Utama PEPC didampingi oleh Anggota Komite Audit dan jajaran manajemen PEPC lainya menekankan pada beberapa aspek di JTB untuk smart landing dan soft landing pada fase selanjutnya. Aspek HSSE menjadi prioritas setiap pelaksanaan pekerjaan di seluruh lingkungan PEPC maupun Pertamina Group.
“HSSE harus menjadi kesadaran yang selalu di pegang oleh seluruh tim dalam meningkatkan produksi,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini juga didiskusikan hal lain terkait contingency plan untuk produk turunan lainnya selain gas, mengingat JTB juga menghasilkan produk lain seperti asam sulfat dan kondensat yang akan diserap oleh pembeli. Hal lain yang ditekankan adalah agar seluruh proses bisnis selalu dijalankan dengan memenuhi kaidah dan prinsip good governance, good corporate (GCG). [lus/ted]






