Lamongan (beritajatim.com) – Jenazah pria asal Kabupaten Tuban ditemukan tersangkut di pintu air nomor 1, bendung gerak, Babat Barage, Desa Kendal Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.
Diketahui, identitas jenazah pria itu yakni Mariono (28), asal Desa Widang RT 02 RW 06, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Jenazah itu tepatnya ditemukan pada hari Kamis (16/3/2023) kemarin, sekira pukul 10.00 WIB.
“Ditemukan jenazah pria asal Widang, Tuban. Korban ini sebelumnya diduga tenggelam sejak sepekan lalu,” ujar Kasi Humas Polres Lamonan, Ipda Anton Krisbiantoro, Jumat (17/3/2023).
Berdasarkan penuturan dari para saksi dan pihak keluarga, Anton menjelaskan, korban hilang sejak Jumat (10/3/2023) pukul 05.00 WIB. Kala itu, orang tua korban melihat korban keluar rumah dengan mengenakan kaos warna hitam bertuliskan “GAS” dan bersarung abu-abu.
“Korban keluar rumah usai melaksanakan ibadah salat subuh, namun kemudian korban diketahui tidak kembali lagi ke rumahnya,” terang Anton.

Lebih lanjut, kata Anton, informasi penemuan terhadap jenazah korban ini pertama kali datang dari seorang pencari ikan yang kemudian memberitahukannya kepada saksi bernama Nur Wafi (36), Satpam asal Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Lamongan.
“Kamis (16/3/2023), sekira pukul 09.30 WIB, saksi Nur Wafi dapat informasi dari warga pencari ikan bahwa ada mayat yang terapung. Atas informasi itu, saksi bersama teman-temannya lalu mengecek ke pintu air bendungan. Ternyata benar ada mayat yang tersangkut,” paparnya.
Ditegaskan oleh Anton, mayat yang ditemukan ini memiliki ciri-ciri mengenakan kaos hitam bertuliskan ‘GAS’ dan bercelana pendek warna biru. Alhasil, penemuan mayat itu pun kemudian dilaporkan kepada Kapolsek Sekaran, Iptu Kharis Ubaidillah, yang bergegas menuju ke lokasi bersama petugas lainnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tewas-tenggelam”]
“Ciri-ciri korban lainnya yakni tinggi badannya 170 cm, rambutnya hitam lurus, warna kulit sawo matang dan mengenakan sarung warna abu-abu,” tambahnya.
Untuk proses evakuasi terhadap korban yang terapung itu, sambung Anton, dilakukan oleh petugas kepolisian bersama tim BPBD Lamongan, pada Kamis (16/3/2023), sekira pukul 11.00 WIB. Korban selesai dievakuasi selang satu jam kemudian.
“Saat ditemukan, korban sudah tidak bisa dikenali, kondisi tubuhnya telah rusak atau hancur. Keluarga korban pun memastikan jika korban merupakan keluarganya yang hilang sepekan lalu. Selanjutnya penanganan jenazah diambil alih oleh Polsek Widang,” pungkasnya. [riq/but]






