Pasuruan (beritajatim.com) – Pemkab Pasuruan telah melakukan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pada tahun 2022 di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan.
Saat memaparkan, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menyampaikan progres setiap dinas di jajaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Saat memaparkan setiap dinas banyak yang tak menyerap anggaran dari alokasi yang telah ditetapkan. Sehingga menghasilkan SILPA pada tahun 2022 sebesar kurang lebih Rp 372 milyar.
Meskipun begitu Gus Irsyad sapaan akrabnya mengatakan bahwa ada peningkatan dibanding tahun 2021. “Indikator makro ekonomi kita di indeks pembangunan manusia (IPM) naik,” jelasnya, Kamis (9/3/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-pasuruan”]
Gus Irsyad mengklaim bahwa program yang telah disusun mendapat pencapaian dan indikator positif. Sedangkan pada perencanaan RKPD 2023 Gus Irsyad akan tetap berjalan sesuai dengan visi misi yang telah disusunnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan mengatakan bahwa dalam 2022 ini banyak hal yang mengalami kenaikan. Diantaranya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang naik diatas rata-rata Jawa Timur.
“Pengurangan penduduk miskin di tahun 2022 kali ini sangat menurun dan diatas rata-rata Jatim. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lebih rendah daripada nasional dan Jatim,” jelas Dion.
Namun, Dion berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati agar tidak puas terhadap capaian yang telah dilakukan. Sehingga pada tahun selanjutnya akan terus memiliki peningkatan. (ada/ted)






