Malang (beritajatim.com) – Korban Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo dalam kasus penipuan investasi robot trading cukup banyak, yakni mencapai 25 ribu. Di Malang sendiri jumlah korbanya diduga mencapai ratusan hingga ribuan member.
Salah satu korban penipuan investasi robot trading adalah warga Blimbing, Kota Malang, Hendra. Dia menginvestasikan uang sebesar Rp80 juta dengan atas nama istrinya pada awal 2020 saat pandemi COVID-19 baru melanda dunia. Alasan dia ikut tergoda dengan investasi ini karena keuntungan besar yang ditawarkan.
“Sebenarnya sempat curiga kok hasilnya seperti tidak masuk akal tapi mereka mendapat keuntungan atau hasil setiap bulan akhirnya saya ikut. Karena ini kan tidak ada waktunya ya sampai kita memutuskan berhenti,” ujar Hendra, Rabu, 8 Maret 2023.
BACA JUGA:
Tipu 25 Ribu Orang, Wahyu Kenzo Untung Rp9 Triliun
Sesuai aturan trading di ATG dengan modal Rp80 juta dia seharusnya mendapatkan keuntungan setiap bulan Rp10 juta. Tetapi hal itu hanya berlangsung selama 4 bulan saja. Hingga saat ini separuh dana investasinya masih mengendap. Bahkan, saat dia mengecek akun trading masih ada sisa uang yang seharusnya dia terima $150 USD atau Rp150 jutaan namun tidak bisa diambil dan ditarik karena sudah mati total.
Disisi lain, para korban sering kali geram saat melihat kebiasaan Wahyu Kenzo dan istrinya yang sering pamer kemewahan atau berfoya-foya di akun media sosial instagram. Sedangkan nasib puluhan ribu korban tidak bisa menarik dana yang sudah diinvestasikan di auto trade gold (ATG).
“Yang jelas kita merasa turut senang karena kita kam terus memantau sosmed nya Wahyu Kenzo dan istrinya bahwa dia berfoya-foya tidak merasa kalau itu uang para korban. Kalau kita tidak neko-neko sudahlah uang modal kita kembalikan itu sudah cukup tidak usah memberikan keuntungan,” papar Hendra.
Sebelumnya, sebanyak 25 ribu orang korban penipuan Dinar Wahyu Saptian atau akrab disapa Wahyu Kenzo merugi hingga Rp9 triliun. Hal itu diungkapkan Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Hermanto dalam jumpa pers dengan awak media, Rabu (8/3/2023).
Menurut Toni, para korban tak hanya dari dalam negeri namun juga dari luar negeri. Untuk itu Polda Jatim akan konsen membantu Polres Malang dalam menyidik kasus ini.
Perlu diketahui, Wahyu Kenzo kini resmi berpakaian tahanan polisi. Saat digelandang ke ruang konferensi Pers di Polda Jatim, Kenzo dalam kondisi tangan terikat. Wahyu Kenzo tampak tegar saat dibawa petugas ke hadapan awak media, sambil menunggu Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Hermanto yang akan memimpin pers rilis, Wahyu tampak duduk di lantai dan sesekali tampak ngobrol dengan petugas yang menjaganya. [luc/suf]






