Pacitan (beritajatim.com) – Gunung bawah laut (seamount) yang ditemukan di 260 kilometer selatan daratan Kabupaten Pacitan, tidak menandakan merupakan gunung berapi. Itu artinya gunung bawah laut itu, tidak ada tanda-tanda vulkanismenya.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Pemetaan Kelautan Dan Lingkungan Pantai Badan Informasi Geospasial (BIG) Yosep Dwi Sigit Purnomo.
“Tidak adanya tanda vulkanisme di gunung bawah laut di selatan Pacitan ini, saya kutip dari pendapat Profesor Amin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan peneliti utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Professor Hariadi,” kata Yosep Dwi Sigit Purnomo, ditulis Minggu (05/03/2023).
Gunung bawah laut yang diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan dinamai Jogo Jagat itu terbentuk oleh lipatan lempeng Indo-Australia. Secara geologis, gunung tersebut sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu. Hanya saja baru ditemukan ketika BIG dan BRIN melakukan survei di perairan selatan Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pacitan”]
“Belum diketahui dampak positif maupun negatifnya. Sebab belum ada potensi bahaya dari penampakan gunung tersebut,” katanya.
Untuk diketahui, dalam survei Landas Kontinen Indonesia yang dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan gunung bawah laut yang berada di selatan Kabupaten Pacitan. Gunung berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 6.000 meter. Gunung itu memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 2.200 meter. [end/but]






