Surabaya (beritajatim.com) – Liga 2 resmi bergulir di musim baru pada November 2023 mendatang. Itu dibahas dalam Sarasehan Sepakbola bersama seluruh pemiliki klub liga 2, di Sheraton Hotel Surabaya, Sabtu (4/3/2023. Jumlahnya sebanyak 24 klub.
Dari hasil ini, pemilik klub Persiba Balikpapan, Gede Widiade mengatakan sangat puas dengan wadah seperti ini. Karena sebelumnya belum pernah diadakan kegiatan sarasehan seperti itu. Dari hasil sarasehan, ada beberapa bahasan. Di antaranya nasib jangka panjang dan pendek untuk tim liga 2, yang resmi akan digulirkan untuk musim baru November 2023.
“Tadi dibicarakan tentang jangka pendek dan panjang PSSI. Misalnya Liga 2 akan mulai format kompetisi, berapa peserta dan aturannya bagaimana, karena Liga 2 juga ingin kepastian agar tidak terombang-ambing, makanya kami minta kepastian,” ujar Presiden Klub Persiba, Gede Widiade.
BACA JUGA:
Gresik United Kecewa Berat
Selain itu, beberapa tim Liga 2 juga menginginkan adanya kompetisi pre-sesion, agar para pemain terus melakukan pertandingan guna mengejar fisiknya. “Kami minta November, tapi kami minta pre session sebelum November, seperti piala presiden dll. Agar tidak merugikan pemain. PT LIB bilang kepada kami ada biaya kompensasi,” jelasnya.
Permintaan tersebut sedikit terobati, karena oleh PSSI dan PT LIB sudah memulai menyusun format baru, untuk kompetisi kedepan. “Sudah diputuskan dan di setujui, dari exco sudah disetujui. Tadi membentuk pokja untuk mendetailkan merancang dll. Tapi sudah diputuskan dan disetujui semua klub, waktunya terpisah dan tidak bisa ujuk-ujuk (tiba-tiba). Nah ini yang harus dipikirkan dan dibentuk 1 tim untuk membahasnya,” terangnya.
BACA JUGA:
PSSI Pastikan Liga 2 Bergulir November Mendatang
Selain itu, Gede menambahkan bahwa keinginan Ketua Umum PSSI Erick Thohir pada para peserta Liga 2, sama halnya pada waktu malam kemarin. “Kami dengar mengenai highlight program dan bisa sampaikan termasuk apa kesulitan kita secara fundamental, untuk didengarkan pengurus atau federasi. Kira-kira bantuan apa yang bisa disampaikan kami, kami tidak butuh bantuan uang tapi sistem,” ucapnya.
“Kalau diberikan sistem yang bagus, mainnya dan potensi kenaikan biaya atau pendapatan kan tinggi, hanya tinggal ini upaya-upaya untuk menaikan pendapatan dan menurunkan biaya, kami sambut dengan baik karena kan menguntungkan klub,” imbuhnya. [way/suf]






