Malang (beritajatim.com) – Ratusan driver ojek online alias ojol di Kabupaten Malang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat keselamatan berlalu lintas. Ketua Umum PDOI (Perhimpunan Driver Online Indonesia) Kota Malang, Puji Waluyo menyebut, sejumlah manfaat bagi driver ojol, diantaranya memahami emergency respon.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kita terutama kalangan driver online atau ojol yang sehari-hari kita bekerja menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya dan memahami aturan yang mengatur tata cara tertib berlalu-lintas dan berkendara dengan baik,” tegas Puji Waluyo yang juga Presidium Frontal Malang Raya, Jumat (3/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”ojol”]
Puji menjelaskan, pada hari terakhir kemarin membahas sisa materi tentang tata cara berkendara roda 2 dan 4 dengan baik dan benar. Materi yang disampaikan antara lain emergency respon
Juga Perundang-undangan LLAJ, karakteristik pejalan kaki, cara berlalu-lintas di perlintasan sebidang, tata cara menggunakan angkutan umum, serta tata cara berkendara roda 2 dan 4. “Pemberi materi antara lain I Gusti Ayu Sukami, Metha Nonik Agesti, I Wayan Yudi Martha Wiguna,” terangnya.
Puji mengaku, materi yang menarik adalah tentang emergency respon yang membahas tentang tata cara pertolongan pertama terhadap korban laka. “Jika ada diklat yang bermateri ada hubungan dengan lingkup ojol atau driver online, kita siap mengirimkan peserta untuk mengikuti diklat tersebut. Karena ini sangat sangat penting sebagai pedoman atau bekal mengetahui aturan-aturan berkendara di jalan raya,” tegasnya.
Sebelumnya, Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada) bersinergi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Malang dan Presidium Frontal Malang Raya sebagai koordinator di bidang driver online, Selasa (28/2/2303) hingga Kamis (2/3/2023) menggelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat Keselamatan Berlalu Lintas di Kepanjen Kabupaten Malang. (yog/kun)






