Ngawi (beritajatim.com) – Tak hanya Kelurahan Karangtengah, Kelurahan Ketanggi di Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur juga terdampak luberan Bengawan Madiun. Imbasnya, air memasuki kawasan permukiman dengan ketinggian mencapai 50 cm pada Kamis (2/3/2023) malam.
Lurah Ketanggi Arsad Ragandhi mengatakan klep yang seharusnya menutup saat air Bengawan Madiun meluap justru terbuka. Imbasnya, air bengawan masuk ke saluran permukiman dan berimbas meluapnya air.
“Klepnya agak bermasalah ya. Sehingga, air dari Bengawan Madiun meluber ke perkampungan. Ketinggian air mencapai 50 cm,” kata Ragandhi pada beritajatim.com, Jumat, (3/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
Pihaknya pun meminta bantuan pompa air dari BPBD dan PMI Ngawi. Ditambah dua unit swadaya masyarakat. Total lima pompa air yang digunakan untuk memompa air luberan dari Bengawan Madiun. Kemudian, Jumat (3/3/2023) pagi, warga dibantu petugas memperbaiki klep tersebut sehingga saat ini sudah berfungsi normal kembali.
“Saat ini klep sudah berfungsi, syukurlah ini sudah surut, ketinggian air tinggal 10 cm. Yang jelas saat ini pompa masih terus difungsikan untuk menyedot air ke Bengawan Madiun,” katanya.
Sejauh ini, pihak BPBD dan TNI Polri masih berada di lokasi untuk memantau warga yang masih mengungsi. Sudah ada dapur umum di sekitar lokasi masyarakat yang mengungsi. (fiq/kun)






