Blitar (beritajatim.com) – Seorang anak dari Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar dinyatakan positif Campak Rubbela. Anak tersebut dinyatakan positif Campak Rubbela setelah hasil uji laboratorium yang dikirim oleh Dinkes Kabupaten Blitar ke Dinkes Provinsi keluar.
Sebelumnya anak tersebut mengalami gejala penyakit Campak Rubbela seperti ruam merah serta panas. Meski begitu kondisinya kini telah membaik dan menjalani rawat jalan di rumahnya di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.
“Ada satu anak yang positif Campak Rubbela, saat ini kondisinya baik baik saja menjalani rawat jalan di rumah,” kata Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Blitar, Endro Pramono, Kamis (02/03/23).
Menurut Endro, total ada 9 anak di Kabupaten Blitar yang dinyatakan suspek Campak Rubbela. Namun dari jumlah tersebut kini satu anak telah dinyatakan positif Campak Rubbela. Sementara untuk 8 anak lainnya masih harus menunggu hasil uji laboratorium dari Dinkes Provinsi Jawa Timur keluar.
Anak yang dinyatakan suspek Campak Rubbela tersebut berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Blitar. Kedelapan anak yang suspek Campak Rubbela ini kini kondisinya juga baik-baik saja serta dengan menjalani rawat jalan.
“8 Anak lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium, kini semua kondisi baik baik saja semua,” tambahnya.
Endro menjelaskan bahwa anak yang dinyatakan positif Campak Rubbela tersebut pada bulan Oktober 2022 lalu. Anak tersebut dinyatakan positif Campak Rubbela setelah menjalani vaksinasi Campak dan Rubella.
Awalnya anak tersebut memang sudah mengalami sakit dan gejala campak namun setelah itu langsung dilakukan vaksinasi. Tak berselang lama darah dan urin anak tersebut diambil sampelnya oleh petugas puskesmas.
Sehingga ketika dilakukan uji laboratorium, hasilnya Positif Campak Rubbela.
“Ya ada satu pada bulan Oktober lalu, pada waktu itu anaknya baru saja di vaksin tapi memang dari awal anaknya sudah sakit, jadi saat di lab hasilnya positif,” imbuhnya.
Meski jumlah anak yang suspek Campak Rubbela di Kabupaten Blitar cukup banyak. Namun Dinkes Kabupaten Blitar meminta agar warga tidak khawatir dan panik menghadapi penyakit tersebut. Pasalnya angka kematian akibat penyakit Campak Rubbela ini cukup rendah.
Dinkes Kabupaten Blitar meminta agar seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit Campak Rubbela. [owi/but]






